Opini

Auman Amin Rais Teruntuk Blok Rokan Riau

Auman Amin Rais Teruntuk Blok Rokan Riau
Bagus Santoso
Rabu, 01 Agustus 2018 12:34 WIB
Penulis: Bagus Santoso

UNTUNG saja tokoh reformasi Amin Rais berteriak lantang tegak berdiri menantang presiden RI tatkala Lembaga Adat Melayu (LAM) dilanda gundah gulana berikhtiar disertai tenaga ekstra luar biasa mengambil haknya atas pengelolaan Blok Rokan sepakat bulat mengusung perjuangan dengan pekik “Rakyat Riau Menuntut”.

Kalau betul Blok Rokan bisa kembali ke Ibu Pertiwi, ke Pertamina, ini sebuah terobosan luar biasa. Cuma berani enggak Jonan, berani enggak Pak Jokowi? kalau berani ya luar biasa. Begitulah kalimat tantangan Amin Rais  Ketua Dewan Kehormatan PAN sebagamana petikan detik.com di gedung Nusantara V, MPR RI, Jakarta, senin 30 Juli 2018.

Dari pada pemerintah “pening lalat”  tak perlu waktu lama hanya, selang setengah hari setelah Amin Rais “mengaum” memekakkan telinga maka buru- buru pemerintah  mengabulkan tantangan politisi senior Amin Rais, sebelum “ cakar dan gigi taringnya” dikeluarkan. Dengan barisan dukungan penuh rakyat Riau utamanya tokoh Riau Mantan Mensekneg Syarwan Hamid.

Sengatan “bisa” Amin Rais betol- betol menggetarkan dinding penguasa  untuk akhirnya mengabulkan,selasa (31/7). Pemerintah melalui Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar,

memutuskan Blok Rokan diserahkan ke Pertamina. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penyerahan pengelolaan blok Rokan ke Pertamina terhitung sejak kontrak Chevron habis pada 2021 mendatang.

Andai saja pemerintah tidak mendengar tuntutan rakyat Riau, jika saja Kementerian ESDM tidak cepat tanggap memang dipastikan Riau akan “lumpuh” minimal stroke mati separuh badan. Berulang kali rapat di Gedung LAM sudah bersiap diri lengkap dengan “senjata menyalak”. Penulis adalah salah satu yang ditunjuk sebagai kordinator lapangan (korlap) bersama mahasiswa.

Lalu apakah gerakan Riau menuntut sudah selesai ? Belum sama sekali kata Datuk Syahril Abu Bakar ketika memimpin rapat akbar dengan suara meninggi. Dihadapan para Datuk- Datuk pemangku LAM dan seluruh elemen masyarakat malam tadi ( 31/7) . Ditegaskan bahwa Rakyat Riau masih menunggu penjelasan pemerintah dan pertamina terkait sejumlah klausul yang sudah ditabalkan bersama seluruh masyarakat agar melibatkan peran pemerintah daerah ( BUMD atau Lembaga Daerah lainnya) dalam pengelolaan Blok Rokan.

Rakyat Riau juga pantang bersenang hanya mendengar kabar angin surga. Apalagi sering kali dalam catatan sejarah perjuangan Rakyat Riau “ditipu tegak”  dengan iming- iming dan janji dari Pemerintah Jakarta. Rakyat Riau juga tidak mau begitu saja Chevron “ melarikan” diri dari tanah Melayu Riau sebelum mempertanggung jawabkan segala amal dan polah selama 50 tahun mengekpsploitasi minyak dan gas bumi di Riau. Chevron harus mempertanggung jawabkan berbagai persoalan yang mengakibatkan kerusakan alam dan penderitaan yang mendera masyarakat adat Riau.

Ketua LAM Datuk Syahril Abu Bakar sekaligus pemimpin rapat akbar sambil mengawal proses pengelolaan Blok Rokan menyatakan bahwa bagi siapa dan suku apa saja yang sudah menjadi masyarakat Riau untuk mengobarkan semangat keberpihakan serta menjaga dan melindungi kekayaan dan sumber alam serta menanamkan sikap setia - apa yang bisa dibuat untuk generasi Riau; anak, cucu yang sememang senantiasa mencintai hidup mati bumi melayu Riau. ***

Bagus Santoso adalah anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Korlap Lapangan Bagian Mahasiswa Gerakan Rakyat Riau Menuntut Blok Rokan.

Kategori:Opini
wwwwww