Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Citilink Gratiskan Rapid Test Untuk Calon Penumpang
Ekonomi
24 jam yang lalu
Citilink Gratiskan Rapid Test Untuk Calon Penumpang
2
Gelora: DPR Kehilangan Orientasi dengan Pertahankan RUU HIP di Prolegnas
Politik
24 jam yang lalu
Gelora: DPR Kehilangan Orientasi dengan Pertahankan RUU HIP di Prolegnas
3
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
3 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
4
Rieke Diah Pitaloka Resmikan Bedah Rumah Nenek Nemah
Politik
24 jam yang lalu
Rieke Diah Pitaloka Resmikan Bedah Rumah Nenek Nemah
5
Soal Subsii Klub, Akhmad Hadian: PT LIB Tetap Komitmen
Sepakbola
22 jam yang lalu
Soal Subsii Klub, Akhmad Hadian: PT LIB Tetap Komitmen
6
Pemain Persib Bandung Jalani Swab Jelang Latihan Bersama
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pemain Persib Bandung Jalani Swab Jelang Latihan Bersama

Survei Putri Gus Dur Sebut Ada 40 Masjid Radikal di Jakarta, Din: Jangan Segala Sesuatu Dituduhkan ke Umat Islam

Survei Putri Gus Dur Sebut Ada 40 Masjid Radikal di Jakarta, Din: Jangan Segala Sesuatu Dituduhkan ke Umat Islam
Din Syamsuddin. (int)
Sabtu, 09 Juni 2018 23:02 WIB
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendapatkan data bahwa ada 40 masjid di Jakarta yang menyebarkan paham radikal. Kata Sandi, data itu merupakan hasil survei yang dilakukan Alissa Wahid.

Dikutip dari merdeka.com, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga mantan Ketua Umum. MUI Din Syamsuddin menegaskan meragukan hasil survei putri Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut. Dia mengingatkan, pendapat harus didasari fakta, sehingga tidak terus menerus menyudutkan umat Islam.

"Dari mana dasarnya, harus dijelaskan. Kalau tidak, menimbulkan ketersinggungan di umat. Jangan segala sesuatu dituduhkan ke umat Islam,'' ujarnya di kediaman dinas Ketua MPR, Zulkifli Hasan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6).

Menurutnya, pendapat penyebaran intoleransi di beberapa masjid hanya sekedar isu tanpa ada bukti nyata. ''Saya ragukan itu, itu hanya isu saja tanpa bukti, harus hati-hati terkait agama,'' imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku telah mengantongi nama-nama masjid yang diduga menyebarkan radikalisme. Namun, dia menegaskan Pemprov DKI tidak akan membuka daftar 40 nama masjid yang diduga menyebarkan paham radikal dan intoleransi dengan pertimbangan menghindari perpecahan.

''Tentunya tidak mungkin kita umum-umumkan, akhirnya nanti menjadi perpecahan,'' kata Sandi di Masjid Hasyim Asyari, Jakarta Barat, Rabu (6/6).

Daftar nama 40 masjid radikal, menurut Sandi didapatkan Pemprov DKI dari hasil survei yang dilakukan oleh Alissa Wahid.

''Kita dapat kabarnya dari survei yang dilakukan oleh Mbak Alissa Wahid yang disebarkan dan kita kroscek di Biro Dukmental memang ada beberapa yang kita pantau (radikal),'' ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan justru enggan mengomentari adanya pendapat penyebaran intoleransi di beberapa masjid di ibu kota. Dia menantang temuan itu agar dibuktikan. ''Ya yang ngomong suruh tunjukin,'' kata Anies. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww