Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
DPR RI
24 jam yang lalu
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
2
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
3
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
MPR RI
8 jam yang lalu
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
4
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
DPR RI
8 jam yang lalu
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
5
Ombudsman Tutup Posko Pengaduan Virtual Covid-19, Apa Kabar Semangat Manajemen Krisis?
Nasional
22 jam yang lalu
Ombudsman Tutup Posko Pengaduan Virtual Covid-19, Apa Kabar Semangat Manajemen Krisis?
6
Kepala BP2MI: Sindikat Adalah Musuh Bersama dan Penghianat
Hukum
24 jam yang lalu
Kepala BP2MI: Sindikat Adalah Musuh Bersama dan Penghianat

Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Bosnia, Ini Penampakannya

Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Bosnia, Ini Penampakannya
Hujan meteor hiasi langit Bosnia timur, Sabtu malam waktu setempat. (ROL)
Senin, 13 Agustus 2018 08:36 WIB
FOJA - Warga Bosnia beruntung bisa menyaksikan fenomena langka, hujan meteor Perseid, Sabtu (12/8/2018) malam. Rangkaian bintang jatuh yang menghiasi langit Bosnia timur itu bisa disaksikan warga dengan mata telanjang.

Dikutip dari republika.co.id, hujan meteor Perseids  terjadi setiap Agustus dan paling bagus dilihat di belahan bumi utara di daerah terpencil, yang tingkat pencemaran udaranya sangat rendah.

Perseid telah melewati Bumi sejak akhir Juli dan diperkirakan akan berlanjut hingga akhir Agustus. Puncak hujan meteror Perseid  adalah antara Sabtu (11/8) dan Senin, (13/8).

''Semua orang harus lihat itu,'' kata Miralem Mehic, warga Bosnia, salah seorang penonton.

Kelompok itu menonton pertunjukan kilatan bintang di Sand Pyramids di dekat kota Foca. Sand Pyramids adalah daerah yang memiliki kolom pasir alami.

Perseid muncul ketika Bumi melewati serpihan-serpihan Komet 109P/Swift-Tuttle, yang ditemukan pada 1862.

Meteor adalah bagian dari batu dan debu yang mengenai atmosfir Bumi, kemudian memanas dan berpijar. Sebagian besar meteor menguap waktu menukik tapi beberapa di antaranya meledak.

''Pada tahun ini, bulan sedang muda dan tidak akan menghalangi pandangan. Jadi, kita bisa melihat 100 'bintang jatuh' dalam satu jam,'' kata Muhamed Muminovic, anggota masyarakat perbintangan Sarajevo Orion.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww