Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
23 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
4 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
3 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
4
XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis
Ekonomi
20 jam yang lalu
XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis
5
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
18 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
6
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP
Politik
18 jam yang lalu
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP

Setya Novanto Sebutkan Nama-nama Anggota DPR Penerima Dana Proyek E-KTP dan Rincikan Jumlahnya

Setya Novanto Sebutkan Nama-nama Anggota DPR Penerima Dana Proyek E-KTP dan Rincikan Jumlahnya
Setya Novanto bersaksi di persidangan. (liutan6.com)
Selasa, 18 September 2018 22:08 WIB
JAKARTA - Setya Novanto bersaksi untuk terdakwa kasus korusi KTP elektronik (e-KTP) Irvanto Hendra Pambudi Cahyo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Dalam kesaksiannya Novanto kembali menyebutkan nama-nama anggota DPR yang turut serta menikmati uang korupsi dari proyek senilai Rp5,9 triliun tersebut.

Bahkan, mantan Ketua DPR itu merincikan jumlah uang yang diterima oleh anggota DPR melalui keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

Ia menuturkan, ada beberapa tahap pemberian dari Irvanto terhadap sejumlah anggota DPR yakni Olly Dondokambey, Melchias Markus Mekeng, Mirwan Amir, dan Tamsil Linrung.

''Untuk Olly Dondokambey USD 500 ribu, Mekeng USD 500 ribu, Mirwan Amir USD 500 ribu, Tamsil Lindrung USD 500 ribu,'' ujar Novanto.

Selain nama-nama tersebut, Setya Novanto mengatakan mantan Ketua Komisi II DPR, Chairuman Harahap turut menikmati uang panas dari proyek e-KTP.

Jaksa kemudian mempertanyakan adanya penerimaan oleh nama anggota DPR di luar Komisi II DPR, sebagaimana mitra kerja Kementerian Dalam Negeri selaku penyelenggara proyek e-KTP. Nama tersebut seperti Jafar Hafsah, Melchias Markus Mekeng, mereka adalah anggota Badan Anggaran.

Menanggapi hal itu, Setya Novanto mengatakan, pemberian uang kepada anggota non-Komisi II merupakan inisiatif Andi Agustinus alias Andi Narogong. Tujuannya sebagai pemulus pembahasan anggaran proyek e-KTP.

''Kalau menurut saya si Andi ini pinter. Kalau sekarang hubungannya dengan Olly, Mekeng, atau siapa ini Mirwan Amir ini hubungannya karena sebagai Badan Anggaran, jadi untuk meloloskan proyek ini,'' kata Setya Novanto.

Lima Terpidana

Dari kasus ini sudah lima terpidana menjalani eksekusi di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, yakni Irman, Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Setya Novanto, dan Anang Sugiana Sudiharjo. Dua terdakwa yang masih menjalani proses sidang adalah Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan Made Oka Masagung.

Irvanto dan Made Oka didakwa turut serta dalam tindak pidana korupsi sebagai pihak penyalur uang hasil korupsi untuk Setya Novanto.

Melalui Made oka Masagung, Setya Novanto menerima uang berjumlah USD 3.800.000 melalui rekening OCBC Center Branch atas nama OEM Investment, PT, Ltd. Kemudian kembali ditransfer sejumlah USD 1.800.000 melalui rekening Delta Energy, di Bank DBS Singapura, dan sejumlah USD 2.000.000.

Sementara melalui Irvanto dalam rentang waktu 19 Januari - 19 Februari 2012 seluruhnya berjumlah USD 3.500.000. Sehingga total uang yang diterima terdakwa baik melalui Irvanto Hendra Pambudi Cahyo maupun melalui Made oka Masagung seluruhnya berjumlah USD 7.300.000. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww