Kecanduan Game Online, 10 Siswa SD dan SMP di Banyumas Alami Gangguan Jiwa

Kecanduan Game Online, 10 Siswa SD dan SMP di Banyumas Alami Gangguan Jiwa
Ilustrasi anak-anak sedang brmain game online. (int)
Jum'at, 12 Oktober 2018 07:32 WIB
BANYUMAS - Sepuluh anak menjalani terapi di RSUD Banyumas sepanjang tahun 2018 karena terdiagnosa mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan bermain game online.

Dikutip dari merdeka.com, tujuh dari anak tersebut merupakan siswa SD dan tiga lagi siswa SMP.

Dokter Spesialis Jiwa RSUD Banyumas, Hilma Paramita mengatakan rata-rata pasien sudah tak bisa mengendalikan diri bermain game online. Akibatnya, mereka sudah tak lagi bisa beraktivitas secara normal.

Bahkan kecanduan game online memicu tindakan destruktif yang dapat merugikan orang lain. Contohnya, saat uang habis untuk menyewa komputer, mereka mencuri. Menurut Hilma, kecenderungan game online yang berpengaruh pada ganggan mental adalah game yang memacu adrenalin.

''Kriteria gangguan mental adiksi game online itu akibat terlalu banyak berinteraksi dengan dunia virtual. Biasanya mempunyai sifat yang memicu obsesif seseorang,'' ujar Hilma, Rabu (10/10) malam.

Gangguan mental yang lain, keinginan untuk bermain atau berinteraksi dengan teman sebaya menjadi hilang. Mereka lantas lebih memilih berdiam diri di dalam kamar atau pergi ke rental komputer untuk bermain game online.

''Ada anak-anak yang sudah tak mau lagi sekolah. Semakin muda, semakin rentan alami gangguan mental,'' jelasnya.

Hilma menerangkan, terapi untuk gangguan mental akibat game online di RSUD Banyumas dilakukan dengan dua cara. Pertama, diberi obat penenang agar pasien tak agresif. Kedua, pasien diajak untuk berinteraksi dengan masyarakat secara riil. Jika masih berusia anak-anak, maka pasien diajak untuk menjajal beragam permainan anak-anak.

Temuan kasus gangguan mental akibat game online pada anak-anak tak mesti lantaran keluarga yang tak harmonis. Bisa saja anak tersebut berasal dari keluarga yang rukun bahagia. Kasus yang mengemuka, orang tua lalai membiarkan anak bebas bermain game online.

''Saat sudah kecanduan game online, orang tua sudah tak bisa menangani. Ada memang kasus yang berlatar dari keluarga broken home. Ia dirawat kakeknya. Terapinya yang dilakukan, ia diajak main layang-layang oleh kakek dan teman-teman sebayanya di lingkungan sekitar,'' terang Hilma.

Kemajuan teknologi informasi memang berdampak negatif membuat interaksi sosial jadi terbatas. Dampaknya, kata Hilma, pelibatan emosi amat minim dalam hubungan melalui media sosial. Hal ini berbeda dengan interaksi langsung, misalnya dengan cara saling berkunjung.

''Di situ ada ekspresi kegembiraan, tawa, sedih, yang tidak bisa diungkapkan dalam media sosial,'' ucapnya.

Menurut dia, gangguan mental juga bisa timbul dari media sosial. Perilaku seperti merisak atau mencaci maki di media sosial bakal berpengaruh terhadap interaksi di dunia nyata.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

GoNews Tak Merasa Hamil dan Siklus Haid Lancar, Gadis 18 Tahun Ini Kaget Tiba-tiba Melahirkan Bayi, Begini Penjelasan Dokter
GoNews Ibu Mertua Kepergok Menantu Lubangi Semua Kondom di Kamar, Ternyata Ini Tujuannya
GoNews Ingat, Supermoon Terbesar dan Paling Terang Terjadi Besok Malam
GoNews Wanita Cantik Ini Hembuskan Nafas Terakhir Beberapa Jam Usai Dinikahi Tunangannya
GoNews Kasur Ini Bisa Deteksi Pasangan Berselingkuh, Begini Sistim Kerjanya
GoNews Rasulullah SAW Suruh Umatnya Duduk Saat Buang Air Kecil, Ternyata Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Pria
GoNews Tradisi Unik, Para Wanita di Pegunungan Himalaya Miliki Beberapa Suami, Ini Sejumlah Alasannya
GoNews Unik, Wanita Suku Ini Boleh Berganti Suami Setiap Malam
GoNews Rutinlah Konsumsi Buah Nangka, Ini 8 Khasiatnya bagi Kesehatan, Termasuk Cegah Kanker dan Turunkan Berat Badan
GoNews Masyarakat Korsel Pilih Pelihara Hewan dari pada Punya Anak, Ini Penyebabnya
GoNews Tunda Pengobatan Leukimia Demi Bayinya, Brianna Meninggal Bebeberapa Hari Usai Melahirkan
GoNews Model Supercantik Ini Ternyata Bukan Manusia, Melainkan . . . .
GoNews Dihujat karena Masih Susui Putranya Berusia 7 Tahun, Begini Jawaban Wanita Ini
GoNews Cerai dengan Jeff Bezos, MacKenzie Mendadak Jadi Wanita Terkaya di Dunia, Hartanya Rp978,24 Triliun
GoNews Mengenang Ayah Prabowo Subianto, Sumitro Djojohadikusumo Sang Begawan dan Arsitek Ekonomi Indonesia, Mengubah Struktur Kolonial ke Nasional
GoNews Tampil Kompak, Prabowo - Sandiaga Dinilai Paling Cocok Pimpin Indonesia
GoNews Cerai dengan Jeff Bezos, Wanita Ini Bakal Terima Rp967,5 Triliun
GoNews Beruntunglah Orangtua Memiliki Anak Perempuan, Ini Keutamaannya
wwwwww