Vokalis Iklim Saleem ''Suci dalam Debu'' Tutup Usia

Vokalis Iklim Saleem Suci dalam Debu Tutup Usia
Saleem. (tribunpekanbaru.com)
Minggu, 14 Oktober 2018 13:47 WIB
KUALA LUMPUR - Vokalis grup band Iklim, Saleem, dikabarkan meninggal dunia, Minggu (14/10/2018), pukul 06.15 pagi waktu Malaysia. Saleem tutup usia pada usia 55 tahun, saat dirawat di Rumah Sakit Universitas Kebangsaan Malaysia.

Dikutip dari tribunpekanbaru.com, Saleem yang popular lewat lagu ''Suci dalam Debu'' itu dirawat di Rumah Sakit Universitas Kebangsaan Malaysia sejak 21 September lalu akibat kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan itu menyebabkan tulang rusuknya patah.

Namun, penyebab kematian penyanyi Malaysia yang lagu-lagu slow rock-nya terkenal di Indonesia pada tahun 1980-2000 itu belum diketahui.

Seperti dikutip Tribunpekanbaru.com dari Utusan Online Malaysia, kabar kematian penyanyi yang memiliki nama asli AM Saleem Abdul Majeed itu dibenarkan anak tirinya, Iera Fakhira. Jenazaah Saleem akan dibawa ke Surau As- Syakirin di Bukit Mahkota, Cheras, Malaysia. 

Pada 21 September lalu, sepeda motor yang dikendarai Saleem bertabrakan dengan sebuah kereta dalam kecelakaan di Kilometer 16, Lebuh Raya Grand Saga, Malaysia.

Dalam kejadian yang berlaku pada pukul 15.20 waktu setempat, sepeda motor yang dikendarai Saleem diduga tidak menggunakan jalur masuk sepeda motor di Plaza Tol Batu 11.

Saleem ditabrak di sisi kiri oleh sebuah kereta yang ketika itu membelok ke kiri untuk masuk ke jalur utama Grand Saga. Akibat kecelakaan itu, Saleem mengalami cedera di bagian tulang rusuk.

Dikutip dari Serambi Indonesia, Saleem, pernah dirawat di Rumah Sakit Tuanku Muhriz, Kuala Lumpur pada Selasa (4/7/2017).

Iera Fakhir (28) anak Saleem mengatakan, semula keluarga bimbang dengan kondisi kesehatan ayahnya.

Saleem menderita demam tingga sejak lebih dari seminggu yang lalu.

''Bulan puasa lalu, ayah okey sahaja dan masih berpuasa sehinggalah dua hari sebelum raya, dia beritahu tidak larat untuk berpuasa disebabkan demam,'' kata Iera Fakhira kepada Utusan Melayu, Kamis (6/7/2017) yang lalu.

Keluarga, kata Iera sempat risau dengan kesehatan Saleem yang tidak membaik setelah demam tinggi. Pihak keluarga kemudian membawanya ke rumah sakit untuk peratan intensif.

Ditanya mengenai penyakit yang dialami Saleem, Iera Fakhira mengatakan saat ini belum mendapat informasi detail tentang penyakit yang diderita ayahnya tersebut. ''Macam-macam pemeriksa­an­ dilakukan termasuklah darah, pemeriksaan imbasan berkomputer (CT Scan) dan lain-lain tetapi doktor masih belum be­ritahu keputusan,'' jelasnya.

Keluarga hanya mendapat informasi demam panas selama seminggu dan pernafasannya sudah mulai membaik. Saleem pun sudah bisa bercakap dengan anak keluarganya. Ini merupakan kali pertama Saleem menghadapi penyakit yang memaksa Saleem dirawat di rumah sakit.

''Ayah sangat menjaga kesihatan diri dan sering menjalankan aktiviti sukan se­perti ber­basikal. Dia sentiasa memastikan tubuhnya sihat dan berada di tahap stamina yang tinggi untuk memudahkan dia membuat persembahan. Sebab itu dia jarang sakit dan sebelum ini kalau sakit pun, hanyalah demam biasa. Ini kali pertama dia sakit hingga terpaksa dirawat di hospital,'' jelasnya.

Grup Iklim menyayikan lagu-lagu Melayu bergenre slow rock. Album debut Iklim adalah Satu Kesan Abadi (1991-1992), yang dirilis tahun 1993 di bawah label SCS Record, atau sekarang dikenal sebagai the Rock Record of Malaysia.

Satu Kesan Abadi menjadi platinum dan memunculkan beberapa singgel hit pada tahun 1991-1992.

Iklim dibentuk di Terengganu pada tahun 1990, bermula ketika AM Salim Abdul Majeed, atau Saleem-Iklim, menunjuk beberapa teman untuk membentuk grup musik. Saleem sendiri sebagai penyanyi utama.

Pada awal tahun 1989, sebelum membentuk nama, Iklim sering mengadakan penampilan di klub malam (kafe) dan beberapa undangan eksklusif serta pesta pernikahan di negara bagian tersebut..

Debut single pertama yaitu Suci dalam Debu menjadi hit single puncak. Single lainnya adalah Hakikat Sebuah Cinta, Satu Kesan Abadi, Sandiwara Cinta Semusim, Ammarah, Bujang Kota dan Seribu Penghargaan yang menjadi terkenal di Malaysia dan Indonesia awal 1990-an.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunpekanbaru.com
Kategori:Ragam
wwwwww