Kisah Tragis Gia Carangi, Super Model yang Jadi Gelandangan, Diperkosa dan Mati Muda

Kisah Tragis Gia Carangi, Super Model yang Jadi Gelandangan, Diperkosa dan Mati Muda
Gia Carangi. (okezone.com)
Minggu, 09 Desember 2018 21:21 WIB
JAKARTA - Gia Carangi disebut-sebut sebagai supermodel modern pertama yang menerima bayaran mahal,

Dikutip dari tribunnews.com, Gia lahir di Philadelphia pada 29 Januari 1960, dari keluarga berantakan.

Kekerasan dan pertengkaran sering terjadi di kehidupan rumah tangga orangtuanya, hingga perceraian tak dapat dihentikan.

Gia kemudian ikut ayahnya, sementara kedua kakak laki-lakinya tinggal bersama sang ibu.

Saat beranjak remaja, Gia segera mencari jati dirinya dan menemukan bakatnya berada di dunia model.

Tak butuh waktu terlalu lama baginya, untuk mendapat kontrak di salah satu agensi model top di New York.

Setelah pindah ke sana, Gia segera terlibat berbagai pemotretan untuk menawarkan produk-produk mewah.

Gia juga mempromosikan seluruh lini produk gaun terkenal besutan Diane von Furstenberg.

Tak hanya itu saja, ia pun menjadi model dari merk-merk fesyen terkenal seperti Armani, Christian Dior, Versace dan Yves Saint Laurent.

TribunJogja.com melansir dari The Vintage News, di usia 18 tahun ia sudah memiliki gaji enam digit, juga disebut-sebut sebagai supermodel modern pertama.

Namun, kesuksesannya yang berjalan cepat juga berlaku sama untuk keterpurukannya. Setelah melakukan pemotretan dengan bayaran super mahal, Gia akan pergi ke klub di Manhattan, di mana obat-obatan terlarang bisa diperoleh dengan mudah.

Ia menjadi sangat kecanduan heroin, yang berujung pada enggannya agensi model, untuk bekerja sama dengannya. Satu kejadian ketika Gia terlibat syuting untuk Vogue.

Ia melompat dari jendela untuk melarikan diri dari kamera fotografer terkenal Richard Avedon.

Manajemen majalah masih memberinya kesempatan lain, meskipun sebenarnya semua orang marah padanya.

Tingkat kecanduan Gia yang parah terhadap narkoba, terlihat dari banyaknya bekas suntikan jarum di lengannya.

Pada tahun 1981, ia bahkan sampai dioperasi karena mengalami infeksi parah akibat suntikan jarum.

Pemotretan foto sampul terakhirnya dilakukan pada awal tahun 1982 untuk majalah Cosmopolitan.

Fotografer dan sahabat dekatnya, Francesco Scavullo, mengatur pemotretan itu. Tangan Gia mengarah ke belakang, dengan posisi wajah agak miring, untuk menyembunyikan banyaknya bekas suntikan jarum di tubuh sang supermodel.

Pada tahun 1986, Gia kembali dibawa ke rumah sakit (RS) karena kondisinya buruk. Saat itu, karier dan kondisi keuangannya sudah hancur.

Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa ia memiliki tanda-tanda bekas rudapaksa (diperkosa).

Di masa akhir hidupnya, Gia sempat menjadi tunawiswa dan tidur di jalanan. Akhirnya ia meninggal dunia pada 26 November 1986, karena komplikasi kesehatan yang terkait dengan AIDS.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Ragam

wwwwww