Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
18 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Peristiwa
10 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
3
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
Politik
9 jam yang lalu
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
4
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
Kesehatan
9 jam yang lalu
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
5
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
Politik
9 jam yang lalu
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
6
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
Politik
9 jam yang lalu
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial

Hasil Penelitian, Perawat Berisiko Monopause Dini

Hasil Penelitian, Perawat Berisiko Monopause Dini
Ilustrasi perawat. (harnas.co)
Sabtu, 09 Maret 2019 07:51 WIB
JAKARTA - Perawat yang sering bertugas malam hari (shift malam) berisiko mengalami monopause dini.

Dikutip dari suara.com yang melansir Himedik yang mengutip dari Mirror, shift malam dapat meningkatkan risiko menopause dini hingga sembilan persen.

Hal yang lebih buruk lagi, menopause dini bukan satu-satunya efek samping dari pembagian waktu kerja.

Menurut penelitian ini, penyakit kardiovaskular, osteoporosis, dan bahkan masalah ingatan bisa muncul akibat shift kerja ini.

Penelitian ini dilakukan pada 80.000 perawat yang bekerja saat shift malam selama 22 tahun.

Peneliti fokus pada perawat yang bekerja setidaknya pada tiga shift larut malam sebulan, di samping shift pagi atau siang dan siang hingga malam.

''Jika seorang perempuan sudah rawan mengalami menopause dini, bisa jadi masa reproduksinya makin berkurang karena jadwal kerja yang terdiri dari shift siang dan malam,'' ujar Dr David Stock, dari University of Dalhousie di Kanada, yang memimpin penelitian ini. ***

Editor:hasan b
Sumber:suara.com
Kategori:Ragam

wwwwww