Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
4 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Soal Subsii Klub, Akhmad Hadian: PT LIB Tetap Komitmen
Sepakbola
23 jam yang lalu
Soal Subsii Klub, Akhmad Hadian: PT LIB Tetap Komitmen
3
Pemain Persib Bandung Jalani Swab Jelang Latihan Bersama
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pemain Persib Bandung Jalani Swab Jelang Latihan Bersama
4
Birrul Walidan Tambah Porsi Latihan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Birrul Walidan Tambah Porsi Latihan
5
Meski Pandemi, Himbara Pastikan KUR UMKM untuk Penyelamatan Ekonomi Nasional Berjalan Sesuai Target
Ekonomi
21 jam yang lalu
Meski Pandemi, Himbara Pastikan KUR UMKM untuk Penyelamatan Ekonomi Nasional Berjalan Sesuai Target
6
Dedi Kusnandar Siap Jalani Latihan Perdana Persib Bandung
Sepakbola
23 jam yang lalu
Dedi Kusnandar Siap Jalani Latihan Perdana Persib Bandung

Prabowo Sebut Indonesia Kuasai 51% Saham Freeport Hanya Pura-pura, Ini Alasannya

Prabowo Sebut Indonesia Kuasai 51% Saham Freeport Hanya Pura-pura, Ini Alasannya
Prabowo Subianto mengacungkan dua jari sebelum debat Capres keempat, Sabtu malam. (bisnis.com)
Minggu, 31 Maret 2019 09:54 WIB
JAKARTA - Dalam debat calon presiden (Capres) 2019 yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3) malam, Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) mengklaim Indonesia telah berhasil menguasai PT Freeport Indonesia (PTFI) 51 persen.

Dikutip dari kumparan.com, dikatakan Jokowi, merebut saham mayoritas Freeport bukan perkara mudah. Prosesnya sangat panjang, 3,5 tahun, dengan negosiasi yang alot. Dia mengungkapkan selama puluhan tahun, Indonesia hanya mendapatkan penguasaan sebesar 9 persen.

''Nyatanya, Freeport bertahun-tahun kita dapat 9 persen tidak ada masalah. Setelah ambil 51 persen kita bisa ikut mengelola tambang,'' sebut Jokowi.

Menurut Jokowi, Indonesia mendapatkan banyak keuntungan dari pengambilalihan 51 persen saham Freeport tersebut.

Menanggapi klaim Jokowi tersebut, calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, menilai Indonesia tidak mendapatkan banyak keuntungan dari proses akuisisi Freeport tersbut.

''Soal Freeport, ya memang sudah sesuai kontrak itu harus jatuh ke kita. Tapi Bapak sadar enggak, bahwa Freeport itu sendiri melaporkan di New York Stock Exchange bahwa benefitnya adalah 81 persen ke mereka. Jadi 51 persen saham itu mungkin ya agak etok-etok (pura-pura). Itu laporan mereka sendiri,'' ungkap Prabowo.***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:Ragam

wwwwww