Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Peristiwa
24 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
2
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
MPR RI
21 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
3
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
MPR RI
20 jam yang lalu
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
4
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
Politik
20 jam yang lalu
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
5
New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
Olahraga
20 jam yang lalu
New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
6
Kemendes PDTT Diharap Libatkan Universitas Awasi BLT Desa
DPR RI
17 jam yang lalu
Kemendes PDTT Diharap Libatkan Universitas Awasi BLT Desa

Super Subur, Wanita Ini Sudah Lahirkan 44 Anak pada Usia 36 Tahun

Super Subur, Wanita Ini Sudah Lahirkan 44 Anak pada Usia 36 Tahun
Mariam Nabatanzi bersama puluhan anaknya. (dw.com)
Jum'at, 26 April 2019 17:47 WIB
UGANDA - Kesuburan yang dimiliki Mariam Nabatanzi sangat luar biasa. Pada usia 36 tahun wanita asal Uganda ini sudah melahirkan 44 anak.

Mirisnya, setelah melahirkan anak ke-44, wanita ini ditinggalkan suaminya, hingga harus berjuang keras menafkahi 44 anaknya sendirian.

Dikutip dari grid.id, Mariam yang kini berusia 40 tahun, menikah pada usia sangat muda, 12 tahun. Sedangkan suaminya berusia 44 tahun saat menikahinya.

Setahun setelah menikah, Mariam melahirkan anak kembar pertamanya. Berturut-turut setelah itu Mariam melahirkan anak demi anak. Pada usia 23 tahun, wanita super subur ini sudah melahirkan 25 orang anak.

Mariam sebenarnya berkeinginan membatasi kelahiran, namun menurut dokter pil kontrasepsi akan membahayakan nyawanya.

Hidup Mariam semakin berat setelah suaminya minggat usai kelahiran anaknya ke-44.

''Saya tumbuh dengan air mata, suami saya membuat saya menderita,'' kata Mariam.

''Sepanjang hidup saya habiskan untuk mengurus anak-anak dan bekerja untuk mencari uang,'' tambah dia.

Saban hari Mariam berjuang mencari uang. Pekerjaan apa pun dilakukannya asalkan menghasilkan uang, demi menafkahi puluhan anaknya.

''Ikan atau daging adalah makanan mewah bagi kami,'' ujar Mariam.

Saking susahnya, anak tertua Mariam, Ivan Kibuka, harus berhenti sekolah untuk ikut banting tulang membantu ibunya menghidupi adik-adiknya.

''Ibu amat sibuk, pekerjaan membuat dia amat lelah. Kami membantu sebisa kami, seperti memasak, mencuci, tetapi sebagian besar beban keluarga masih ditanggunggnya,'' kata Ivan (23).

Kini masalah utama Mariam adalah menyediakan rumah yang lebih luas bagi tempat tinggal ia dan anak-anaknya.

''Saya sudah mengajarkan tanggung jawab orang dewasa kepada mereka sejak dini,'' kata Mariam.

''Saya sendiri, tidak pernah mengalami kebahagiaan, mungkin sejak saya dilahirkan,'' pungkasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:grid.id
Kategori:Ragam

wwwwww