Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
17 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
4
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Pendidikan
18 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
5
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
6 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19

Angka Kemenangan Prabowo Turun Jadi 54 Persen, Begini Penjelasan BPN

Angka Kemenangan Prabowo Turun Jadi 54 Persen, Begini Penjelasan BPN
Prabowo dalam paparan BPN Prabowo-Sandi di acara pengungkapan fakta kecurangan, Selasa (14/5).. (kumparan.com)
Rabu, 15 Mei 2019 18:11 WIB
JAKARTA - Capres Prabowo Subianto mengklaim meraih suara 54,24 persen pada Pilpres 2019. Klaim itu diungkapkan Prabowo dalam paparan BPN Prabowo-Sandi di acara pengungkapan fakta kecurangan, Selasa (14/5). Sementara beberapa waktu lalu Prabowo sempat mengklaim menang dengan angka 62 persen.

Dikutip dari kumparan.com, juru bicara BPN Andre Rosiade, menjelaskan, angka kemenangan 62 persen didapat ketika perhitungan TPS yang masuk belum mencapai 51 persen. Namun, dalam paparan fakta kecurangan, jumlah suara yang dihitung sudah mencapai 51 persen. Sehingga persentase suara Prabowo turun. Menurut dia, penurunan ini adalah hal yang wajar.

''Ya suara rekap sekarang di internal BPN kan sudah di atas 50 persen lebih surat suara yang masuk. Kemarin masih di angka 40 persen rekap suara dari seluruh provinsi. Sekarang sudah di atas 51 persen surat suara yang masuk, kemudian kita hitung manual. Nah di situ Pak Prabowo unggul 54 persen dari yang sebelumnya 62 persen,” jelas Andre, Rabu (15/5).

Sebelumnya, Prof Laode dalam acara BPN bertajuk ''Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019'' memaparkan hasil kemenangan Prabowo tanpa kecurangan. Dia mengatakan, data tanpa kecurangan tabulasi C1 dari relawan Prabowo-Sandi menunjukkan keunggulan yang signifikan.

''Data tanpa kecurangan yang kita miliki pada jam 12 hari ini, posisi kita 54,24 persen (48 juta suara). Jokowi 44,24 persen (39 juta suara). Posisi ini diambil dari total TPS 51 persen lebih, bagi ahli statistik angka ini sudah valid dan angka ini hanya bisa berubah kalau betul-betul dirampok. Dan ini yang perlu kita jaga, dan teman-teman IT,'' papar Laode.

Pada 17 April 2019 lalu, Prabowo sempat menggelar jumpa pers untuk menyikapi hasil hitung cepat yang memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Saat itu, ia mengklaim, hasil survei internal timnya justru memenangkan Prabowo-Sandi dengan persentase sekitar 55,4 persen.

''Hasil exit poll kita di 5.000 TPS menunjukkan kita menang 55,4 persen, dan hasil quick count menang 52,2 persen,'' ucap Prabowo yang disambut riuh pendukungnya.

Namun, beberapa jam kemudian, Prabowo kembali menggelar jumpa pers. Ia mengklaim, angka kemenangannya sudah bertambah menjadi 62 persen. ***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:Ragam

wwwwww