Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
Politik
21 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
2
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
DPR RI
21 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
3
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
Hukum
22 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
4
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Peristiwa
19 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
5
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
Kesehatan
18 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi

Liliya Konovalova Lahirkan Bayi Kembar Berselang 11 Minggu

Liliya Konovalova Lahirkan Bayi Kembar Berselang 11 Minggu
Liliya Konovalova memandang kedua anak kembarnya. (Ladbible.com)
Rabu, 21 Agustus 2019 22:51 WIB
URALSK - Liliya Konovalova, wanita berusia 29 tahun asal Kota Uralsk di bagian utara Kazakhstan, melahirkan bayi kembar yang jarak kelahirannya berselang 11 minggu.

Dikutip dari liputan6.com yang melansir dari odditycentral.com, Rabu (21/8/2019), peristiwa seperti itu kemungkinan hanya satu dari 50 juta kelahiran. 

Sebetulnya, dokter telah mengetahui kondisi langka Konovalova sejak tujuh tahun lalu; saat ia melahirkan anak pertamanya. Saat itu persalinan berjalan lancar dengan melahirkan anak perempuan yang sehat.

Namun kali ini proses persalinan lebih sulit karena dia memiliki anak kembar. Masing-masing anak dilahirkan dari rahim yang terpisah.

Kembar Pertama Prematur

Pada 24 Mei 2019, Konovalova melahirkan seorang gadis prematur. Bayi itu baru berusia 25 minggu dengan bobotnya hanya 850 gram. Oleh karenanya, anak mungil itu harus menghabiskan beberapa minggu dalam perawatan intensif.

Sebaliknya, putranya - kembar kedua - baru lahir pada 9 Agustus 2019. Beratnya 2,9kg, ibunya menggambarkannya sebagai "Bogatyr" (pahlawan pejuang yang kuat).

''Anak saya tidak terburu-buru untuk lahir ke dunia,'' Liliya bercanda kepada wartawan.

''Saya terkejut ketika saya mengetahui bahwa saya memiliki kondisi seperti itu. Saya sangat khawatir tentang kehidupan bayi prematur saya. Tapi dokter kami hebat. Apa yang mereka lakukan adalah keajaiban. Mereka menunjukkan diri mereka sebagai (dokter) profesional sejati.''

Kasus Liliya diumumkan sebagai kelahiran pertama dalam sejarah Kazakhstan dengan insiden kembar berselang 11 minggu.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww