Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
Politik
18 jam yang lalu
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
2
Sebut Santri Tahfidz Qur'an sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
Politik
23 jam yang lalu
Sebut Santri Tahfidz Quran sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
3
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
Peristiwa
23 jam yang lalu
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
4
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
Politik
23 jam yang lalu
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
5
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
Politik
23 jam yang lalu
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
6
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Politik
22 jam yang lalu
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI

Terobos Kobaran Api Selamatkan Kakeknya, Bocah 6 Tahun Tewas Terbakar, Negara Berikan Medali Keberanian

Terobos Kobaran Api Selamatkan Kakeknya, Bocah 6 Tahun Tewas Terbakar, Negara Berikan Medali Keberanian
Bocah pemberani, Slava Yushkov. (thescottiishsun.co.uk)
Selasa, 17 September 2019 11:42 WIB
KARELIA - Aksi heroik dilakukan seorang anak lelaki berusia 6 tahun di Rusia. Bocah bernama Slava Yushkov itu berani menerobos kobaran api untuk menyelamatkan kakeknya.

Dikutip dari poskotanews.com, The Sun melaporkan Slava Yushkov tinggal bersama keluarganya di Karelia, Rusia Barat. Pada 31 Agustus 2019, rumahnya kebakaran.

Kebakaran terjadi di sauna dekat taman rumah itu. Kakek Slava jatuh. Anak itu kemudian mundur ke kebun berteriak memanggil ibunya, Yulia Zakharkina (30), yang sedang memasak.

Bocah ini kemudian belari menerobos api. Ia berupaya menarik kakeknya agar tak terbakar. Tapi pada akhirnya anak ini tak bisa berbuat apa-apa. Kakeknya tewas terbakar.

Anak ini kemudian dilarikan ke rumah sakit. Tim medis yang memeriksa menyebut luka bakar di tubuh anak itu sangat serius.

Slava koma. Ia harus menggunakan ventilator pada paru-parunya. Tapi 10 hari kemudian, Slava meninggal, tepatnya pada 9 September.

Atas keberaniannya yang luar biasa, ia mendapat penghargaan Medali Keberanian dari negara. Penghargaan diberikan Alexander Bastrykin, Kepala Komite Investigasi Rusia yang juga orang dekat Vladimir Putin.

''Perbuatan kecil dan berharga dari di kecil Svyatoslav itu akan selamanya tersimpan dalam ingatan kita. Juga menjadi contoh yang layak bagi generasi muda,'' katanya.

Bastrykin juga memuji petugas medis atas upaya mereka untuk menyelamatkan anak itu.

Medali Keberanian itu pertama diberikan pada 1938. Ini adalah penghargaan yang biasanya diberikan kepada aparat militer untuk keberanian pribadi dengan menempuh risiko tinggi mempertaruhkan hidupnya.

''Dia (Slava) menunjukkan keberanian yang luar biasa,'' ujar satu kerabatnya.

''Bukannya melarikan diri, dia mati-matian menarik kakeknya yang terbakar sampai tubuhnya sendiri terbakar,'' sambungnya.

Pemakaman Slava dilakukan di kota Kondopoga. ''Slava selamanya akan ada dalam ingatan kita,'' ujar Alexander Bastrykin.***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews.com
Kategori:Ragam

wwwwww