Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
24 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
2
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
22 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
3
PMI Bebas dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Diyat Rp15,2 Miliar Dibayar Laziz NU
Politik
17 jam yang lalu
PMI Bebas dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Diyat Rp15,2 Miliar Dibayar Laziz NU
4
Viral Video PHK Massal Maskapai di Medsos, Lion Air: Bukan PHK tapi Pengurangan
Ekonomi
23 jam yang lalu
Viral Video PHK Massal Maskapai di Medsos, Lion Air: Bukan PHK tapi Pengurangan
5
PDIP Tantang Kementan Tunjukkan Hasil Riset Kalung Anti Corona
Peristiwa
23 jam yang lalu
PDIP Tantang Kementan Tunjukkan Hasil Riset Kalung Anti Corona
6
Masih Ada 7 WNI Yang Terancam Hukuman Mati, Gus Jazil Minta Pemerintah Belajar dari Kasus Eti
Peristiwa
17 jam yang lalu
Masih Ada 7 WNI Yang Terancam Hukuman Mati, Gus Jazil Minta Pemerintah Belajar dari Kasus Eti

Gempa Beruntun di Ambon Tak Berpotensi Tsunami, Warga Sempat Panik dan Lari ke Tempat Tinggi

Gempa Beruntun di Ambon Tak Berpotensi Tsunami, Warga Sempat Panik dan Lari ke Tempat Tinggi
(inilah.com)
Selasa, 31 Oktober 2017 21:08 WIB
AMBON - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku mengimbau warga jangan panik dan tidak terprovokasi, sebab gempa tektonik beruntun yang mengguncang Ambon, Maluku, Selasa (31/10) malam, tidak berpotensi tsunami.

''Lokasi gempa terdekat dengan jarak 35 KM arah Barat Daya Kota Ambon sehingga guncangannya terasa kuat mengakibatkan masyarakat panik dan berkembang isu terjadi tsunami yang sebenarnya itu tidak bertanggung jawab,'' kata Kabid Pencegahan dan Kesiapan BPBD Maluku, John Hursepuny, dikonfirmasi, Selasa (31/10/2017) malam.

Dia mengakui, berkembang informasi bahwa air naik (tsunami) di berbagai kawasan di kota maupun pulau Ambon sehingga masyarakat berlarian ke daerah ketinggian.

Masyarakat di Waihaong memilih lari ke Manggadua sehingga terjadi kemacetan lalu lintas. Begitu juga kelurahan Batu Meja menjadi pilihan warga memilih mengungsi sementara.

''Jadi berdasarkan koordinasi dengan BMKG Stasiun Pattimura Ambon guncangan gempa yang dirasakan hingga ke Pulau Saparua, pulau Seram dan pulau Buru itu tidak terjadi tsunami,'' tandasnya.

Gempa pertama berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR) terjadi pada pukul 20:31:41 WIT dengan lokasi 50 Kilometer Barat Daya Pulau Ambon dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. Pusat gempa yakni pada 3.79 Lintang Selatan (LS) dan 127.76 Bujur Timur (BT).

Gempa kedua terjadi tiga menit kemudian yakni pada pukul 20:34:42 WIT dengan kekuatan 5,6 SR dengan lokasi 47 Kilometer Barat Daya Pulau Ambon pada kedalaman 40 kilometer di bawah permukaan laut. Pusat gempa yakni pada 3.76 LS dan 127.78 BT.

Sedangkan gempa ketiga dengan skala lebih besar yakni 6,2 SR mengguncang Pulau Ambon pukul 20:50:50 WIT dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut dengan lokasi 38 kilometer Barat Daya Pulau Ambon. Posisi gempa 3.69 LS dan 127.85 BT.

Gempa keempat dengan kekuatan lebih kecil yakni 5,2 SR terjadi pukul 20:59:43 WIT dengan kedalaman 17 KM dibawah permukaan laut dan 47 Km Barat Daya Pulau Ambon dan berada pada posisi 3.78 LS dan 127.8 BT.

Gempa kelima, berkekuatan 5,6 SR terjadi pukul 21.37 WIT dengan kedalaman 10 KM dibawah permukaan laut dengan lokasi 37 KM Barat Daya Ambon dan berada pada posisi 3.76 LS dan 127.87 BT.

Masyarakat memilih keluar rumah, penginapan, hotel, bangunan bertingkat lainnya karena khawatir masih terjadi gempa susulan.

Apalagi, berkembang isu bahwa terjadi tsunami sehingga membuat panik masyarakat yang permukimannya berada di pisisir pantai.

Guncangan gempa berdasarkan pemantauan sementara mengakibatkan kerusakan plafon di Maluku City Mall (MCM).***

Editor:hasan b
Sumber:inilah.com
Kategori:Ragam

wwwwww