Napi Bebaskan Bripka Iwan Sarjana, Ditukar Polisi dengan Makanan

Napi Bebaskan Bripka Iwan Sarjana, Ditukar Polisi dengan Makanan
Bripka Iwan Sarjana dievakuasi setelah dibebaskan napi Kamis dinihari. (merdeka.com)
Kamis, 10 Mei 2018 07:54 WIB
JAKARTA - Para narapidana (napi) akhirnya membebaskan anggota Densus 88 Bripka Iwan Sarjana, Kamis (10/5) dinihari, setelah 24 jam lebih mereka sandera di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Napi membebaskan Iwan setelah tim negosiator kepolisian menukarnya dengan makanan.

''Pembebasan berdasarkan negosiasi. Mereka minta makanan, maka kita bujuk. Mereka mau membebaskan,'' kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di RS Mako Brimob, Depok, Kamis (10/5), seperti dikutip dari merdeka.com.

Bripka Iwan mengalami luka lebam di wajah dan tubuh. Saat ini korban mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

''Pelaksanaan satu jam yang lalu kira-kira jam 12.00 WIB, atau lebih dikit. Dan sekarang dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk dilakukan selanjutnya,'' terangnya.

Setyo tidak menjelaskan apakah masih ada sandera lain di dalam Rutan. Polisi memastikan saat ini kondisi di Mako Brimob berlangsung kondusif.

''Negosiasi lain masih kita lakukan karena senjata masih di dalam,'' tutur Setyo.

Diberi 150 Bungkus Bungkus

Setyo Wasisto menambahkan, narapidana yang memberontak tetap diberikan makanan. Tercatat, ada 150 nasi bungkus yang dikirim melalui tim negosiator.

''Jadi begini Polri memperhatikan nyawa manusia kita tidak mau ada korban lebih. Pokoknya kami 150 nasi bungkus,'' kata dia, Kamis (10/5).

Setyo mengatakan pihaknya masih tetap memperhatikan makanan narapidana tersebut.

Diapun memberitahu cara polisi mendistribusikan makanan, yaitu dengan meminta bantuan tim negosiator dengan membuat perjanjian.

''Ada perjanjian ketika sedang kirim makanan jangan ditembak,'' ungkap dia.

Demikian pula ketika mengambil jasad korban keberingasan narapidana. ''Samalah (negosiasi),'' ujar dia.

Dia menjelaskan, setidaknya ada 150 tahanan di tiga blok. Blok itu adalah yang sudah dikuasai Narapidana teroris. "Blok A, B dan C, sudah dikuasai," ungkap dia.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww