Semua SPBU Kembali Jual Premium, Tunggu Pertalite Terkuras

Semua SPBU Kembali Jual Premium, Tunggu Pertalite Terkuras
Ilustrasi SPBU. (inilah.com)
Selasa, 15 Mei 2018 17:20 WIB
JAKARTA - Ribuan SPBU belum bisa menjual premium karena memang tidak menyediakan nozel premium. Jadi agar bisa menjual premium harus diupayakan penggantian nozel yang selama ini digunakan untuk pertalite.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Djoko Siswanto. Dijelaskannya, lebih 2.000 SPBU di Jawa yang tidak menyediakan nozel premium.

Dikutip dari republika.co.id, Joksis mengatakan, nantinya setelah Perpres resmi diteken Presiden maka pihak Pertamina akan langsung menambah pasokan premium.

Namun memang nozel-nozel yang selama ini dipakai untuk pertalite harus lebih dulu dihabiskan. ''Pertalite dihabiskan dulu terus dikuras dulu,'' ujar Joksis di Hotel Bidakara, Selasa (15/5).

Joksis berharap proses ini bisa segera dilakukan. Selain masih menunggu tanda tangan revisi Perpres, Joksis juga berharap pergantian isi nozel bisa selesai sebelum musim mudik lebaran tiba. ''Kita berharap sebelum lebaran. Seminggu sebelum Lebaran sudah ada premium semua,'' ujar Joksis.

BPH Migas mencatat ada 1.900 SPBU yang ada di wilayah Jamali tidak menyediakan premium lagi. Padahal jumlah SPBU yang ada di Jamali saat ini tercatat ada 3.900 SPBU.

Kepala BPH Migas, Fansuruallah Asa mengatakan, BPH Migas akan memanggil Pertamina untuk membahas kuota premium pada Rabu (16/5). Saat ini paling tidak, kata Ifan, akan ada kuota sebesar 12,5 juta kiloliter untuk premium.

Dari 12,5 juta kiloliter ini, untuk luar Jawa, Madura dan Bali (Jamali) sebesar 7,5 juta kiloliter. Kemudian tambahan 5 juta kiloliter untuk memasok kebutuhan Jamali. Kuota untuk Jamali diambil dari realisasi penjualan premium pada tahun lalu.

''12,5 juta KL ini minimal. Makanya besok kami hitung bersama Pertamina. Kan ada juga aspek pertumbuhan ekonomi dan lain lain,'' ujar Ifan di Hotel Bidakara, Selasa (15/5).

Diskusi ini, kata Ifan, lebih dulu dilakukan untuk bisa memberikan waktu kepada Pertamina agar menyiapkan stok sebelum Revisi Perpres Nomer 191 Tahun 2014 diteken oleh Presiden. Saat Perpres keluar, maka harapannya Pertamina sudah bisa menyalurkan.

''Jadi kita bahas sekarang, perkiraan berapa pasokannya. Ya, kalau gambaran hari ini paling tidak, minimal 12,5 juta kiloliter,'' ujar Ifan.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww