Luar Biasa, Jokowi Naikkan Tunjangan Babinsa 771 Persen, dari Rp310 Ribu Jadi Rp2,7 Juta Per Bulan

Luar Biasa, Jokowi Naikkan Tunjangan Babinsa 771 Persen, dari Rp310 Ribu Jadi Rp2,7 Juta Per Bulan
Presiden Joko Widodo. (int)
Rabu, 06 Juni 2018 06:59 WIB
JAKARTA - Aparat TNI yang ditugaskan sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) bakal menerima tunjangan Rp2.700.000 per bulan. Sebelumnya tunjangan Babinsa hanya Rp310 ribu per bulan.

Dikutip dari republika.co.id, Presiden Joko Widodo (Jokowi) beralasan, kebijakan menaikkan tunjangan Babinsa hingga 771 persen itu dikarenakan Babinsa memiliki peran penting dalam menjaga keamanan masyarakat hingga daerah pelosok.

Menurut Jokowi, keberadaan Babinsa adalah perwakilan pemerintah yang berada di wilayah-wilayah terluar. Babinsa adalah orang yang paling depan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

''Terutama yang ada di daerah, yang berada di desa, yang ada di pelosok, yang ada di pinggiran. Oleh sebab itu diberikan tunjangan yang lebih,'' ujar Jokowi usai menghadiri buka bersama di Mabes TNI, Selasa (5/6).

Dengan kenaikan tunjangan yang luar biasa ini, Jokowi berharap kinerja dari Babinsa bisa semakin baik, lebih konkret, dan lebih bagus dalam bekerja menjaga keamanan masyarakat.

Di sisi lain, Jokowi mengintruksikan agar semua aparat pemerintah termasuk Babinsa dan Kamtimbas dari Kepolisian bisa berjalan beriringan, bersinergi, saling mengisi, saling menutupi.

Dalam buka bersama kali ini, Jokowi memang memberikam kejutan terkiat pemberian tunjangan. Setelah memberikan tunjangan hari raya (THR) dan Gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) seperti PNS, Polisi, dan TNI, kali ini giliran Babinsa yang diberikan tambahan tunjangan.

''Babinsa juga dimulai nantinya di bulan Juli akan ada kenaikan pendapatan operasional yang biasanya per bulan terendah Rp310 ribu akan dinaikkan menjadi Rp2.700.000,'' ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun menegaskan bahwa kebijakan yang diambil beberapa waktu terakhir ini tidak bermuatan politik. Terlebih TNI-Polri ini bekerja untuk negara bukan politik.

''Nggak boleh ke mana-mana, sudah jelas. Saya tekankan berkali-kali kepada Panglima, Kapolri semuanya selalu saya tekankan. Politik TNI dan Polri adalah poltik untuk negara. Negara itu siapa rakyat, pemerintah yang sah.''***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww