Orangutan Kalimantan Hadang Buldozer Pembalak Hutan, Begini Penampakannya

Orangutan Kalimantan Hadang Buldozer Pembalak Hutan, Begini Penampakannya
Seekor orangutan menghadang buldozer pembalak liar. (sindonews.com)
Minggu, 10 Juni 2018 11:31 WIB
JAKARTA - Seekor orangutan mencoba menghadang buldozer yang sedang dioperasikan melakukan pembalakan liar di hutan Kalimantan. Aksi satwa langka itu diulas sejumlah media asing.

Dikutip dari sindonews.com, beberapa media asing yang menyoroti perlawanan satwa itu antara lain Telegraph, Daily Mail, Mirror, Sputnik, Newshub dan lainnya.

Dalam sebuah video, terlihat orangutan tersebut memanjat pohon untuk mencoba menyerang kendaraan berat, meski kewalahan. Kejadian ini berlangsung di hutan Sungai Putri di Kalimantan, Indonesia.

Perlawanan satwa itu sejatinya terjadi tahun 2013, namun video dari kejadian tersebut baru dirilis hari Selasa lalu oleh International Animal Rescue, kelompok pelestari satwa.

Menurut kelompok itu, video dirilis sebagai perlawanan untuk menyelamatkan orangutan yang terjebak di zona pembalakan hutan untuk pembukaan lahan kelapa sawit.

''Orangutan yang putus asa ini dengan panik mencari perlindungan dari kekuatan buldoser destruktif; mesin yang telah menghancurkan segalanya di sekitarnya,'' kata kelompok itu dalam keterangan video yang diunggah di halaman Facebook-nya.

Orangutan itu berhasil diselamatkan. Namun, International Animal Rescue memperingatkan tentang dampak penebangan pohon-pohon yang jadi rumah satwa itu. Yakni, komunitas orangutan bisa menyerbu permukiman warga yang berpotensi memunculkan konflik baru.

Dalam video tersebut, orangutan pelawan pembalakan liar diselamatkan seorang akivis dari Unit Perlindungan Orangutan untuk International Animal Rescue. Satwa itu selanjutnya dipindahkan ke pusat penyelamatan dan rehabilitasi orangutan di Ketapang, Kalimantan Barat, di mana ada lebih dari 100 orangutan yang diselamatkan di sana.

Menurut World Wildlife Fund populasi orangutan di seluruh dunia telah menyusut dalam 60 tahun terakhir. Sekitar 55 persen habitat alami hewan itu juga telah hancur dalam 20 tahun terakhir.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoNews Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoNews Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoNews Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoNews Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoNews Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoNews Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoNews Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoNews Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoNews Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoNews Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoNews Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoNews Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoNews Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoNews KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoNews KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww