Komunitas Palestina Sebut Wantimpres Yahya Cholil Staquf Lakukan Penyesatan dan Manipulasi

Komunitas Palestina Sebut Wantimpres Yahya Cholil Staquf Lakukan Penyesatan dan Manipulasi
Yahya Cholil Staqub disalami Presiden jokowi usai dilantik sebagai anggota Wantimpres beberapa waktu lalu. (int)
Rabu, 13 Juni 2018 16:26 WIB
JAKARTA - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yahya Cholil Staquf memenuhi undangan Israel menjadi pembicara dalam Acara AJC (American Jewish Comittee) Global Forum di Yerusalem, Israel, belum lama ini.

Dikutip dari sindonews.com, Komunitas Palestina di Indonesia mengutuk dan menyesalkan kunjungan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yahya Cholil Staquf ke Israel beberapa hari lalu. Mereka bahkan menyebut pernyataan Yahya Staquf bahwa kunjungannya untuk mendukung rakyat Palestina sebagai penyesatan dan manipulasi kata-kata.

''Dukungan untuk rakyat Palestina harus melalui pintu gerbang kepemimpinan Palestina di Ramallah bukan melalui Israel yang menyiksa dan berlaku kejam kepada rakyat Palestina dan menduduki tanahnya,'' kata Komunitas Palestina di Indonesia dalam pernyataan yang diterima Sindonews, Rabu (13/6/2018).

Selain itu menurut mereka waktu dan lokasi yang dikunjungi merupakan bentuk dukungan kepada posisi Israel dan Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

''Langkah ini bertentangan dengan resolusi Majelis Umum PBB pada 21 Desember 2017, yang menolak pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dengan mayoritas 128 negara termasuk Indonesia,'' bunyi pernyataan itu.

Pertemuan antara Yahya Staquf dengan Wakil Duta Besar AS untuk Israel David Friedman juga menjadi sorotan. Friedman adalah sosok Zionis dan pendukung pembangunan pemukiman ilegal Israel di tanah Palestina. Friedman juga pernah mengancam untuk mengganti Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

''Kami menganggap pertemuan ini sebagai dukungan terhadap posisi Israel dan dukungan jelas untuk konspirasi yang menargetkan rakyat dan kepemimpinan Palestina,'' kecam mereka.

Komunitas Palestina juga tidak bisa menerima Yahya Staquf berbicara tentang warisan dan visi almarhum Presiden Abdurrahman Wahid tentang proses perdamaian untuk membenarkan kunjungannya.

''Presiden Abdurrahman Wahid mencoba untuk memainkan peran dalam proses perdamaian selama masanya 1999-2001 atas persetujuan kepemimpinan Palestina pada waktu itu di mana masih ada payung internasional untuk proses perdamaian,'' jelas Komunitas Palestina.

''Sedangkan situasi saat ini berbeda di mana AS berpihak dengan Israel dan Israel melanjutkan kebijakan pendudukan yang menargetkan tempat-tempat suci dan kepemimpinan dan bangsa Palestina. Oleh karena itu, kami melihat kunjungan ini sebagai dukungan kepada penjajah Israel,'' tegas Komunitas Palestina.

Komunitas Palestina juga menyinggung tentang maraknya aksi boikot terhadap Israel di dunia internasional. Karenanya mereka memandang kunjungan Staquf memberi legitimasi terhadap negara pejajah sebagai upaya untuk mengangkat Israel dari isolasi internasional.

''Rakyat Palestina mengekspresikan penolakannya terhadap kunjungan ini melalui pernyataan Kemlu Palestina, partai-partai Palestina dan Kompanye Palestina untuk memboikot Israel yang menganggap kunjungan ini sebagai dukunguan kepada pendudukan dan kami benar-benar merasa terluka dengan kunjungan ini,'' demikian pernyataan Komunitas Palestina di Indonesia.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww