Masuki Musim Kemarau, BNPB Tambah 2 Helikopter untuk Cegah Karhutla di Riau

Masuki Musim Kemarau, BNPB Tambah 2 Helikopter untuk Cegah Karhutla di Riau
Jum'at, 06 Juli 2018 22:40 WIB
PEKANBARU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah dua helikopter untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprediksi musim kemarau terjadi di Riau mulai Juli 2018.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Jim Gafur mengatakan, dua heli yang ditambah jenis Bell 214 dan MI 171.

"Ya, keduanya heli untuk water boombing (WB)," ujar Jim Gafur saat dihubungi Kompas.com sebagaiamana dikutip GoRiau.com, Jumat (6/7/2018).

Jim mengatakan, kedua helikopter tersebut akan tiba pekan ini di Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru. Hal ini tentu akan menambah kekuatan Tim Satgas Karhutla Riau.

Jim mengaku, saat ini ada 5 unit helikopter siap 'tempur' menanggulangi karhutla. Empat di antaranya untuk WB dan satu patroli titik api.

"Jadi total heli karthutla 5 unit, 4 dari BNPB dan 1 dari KLHK," kata Jim.

Sebelumnya BNPB mengirimkan 3 helikopter penanggulangan karhutla awal 2018. Ketiganya jenis Sikorsky, Bell, dan Kamov.

"Ketiga heli ini masing-masing mampu membawa 3.000 hingga 4.000 liter air untuk mengebom titik api," ujar Jim.

Dalam pekan ini, sambung dia, helikopter dikerahkan untuk melakukan pemadaman titik api di wilayah Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Dumai, dan Kampar.

"Ada ditemukan titik api di wilayah tersebut, sehingga dilakukan WB," ujar Jim.

Sehingga ini menjadi alasan Pemerintah Provinsi Riau memperpanjang status siaga darurat penanggulangan bencana karhutla hingga 30 November 2018.

"Perpanjangan status juga dilakukan mengingat pergelaran Asian Games 2018. Jadi kita bersama-sama mengantisipasi terjadinya karhutla di Provinsi Riau," jelas Jim. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww