Pertemuan Ulama Internasional di Jakarta Hasilkan 10 Rekomendasi

Pertemuan Ulama Internasional di Jakarta Hasilkan 10 Rekomendasi
Pertemuan ulama internasional di Hotel Grand Cempaka, Jakarta. (dream)
Sabtu, 07 Juli 2018 20:16 WIB
JAKARTA - Multaqo Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Afrika dan Eropa diselenggarakan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta sejak tanggal 3 hingga 5 Juli 2018. Pertemuan yang bertemakan: 'Persatuan dan Harmoni'' ini menghasilkan sepuluh rekomendasi.

Dikutip dari dream, Sekretaris Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara, Ustaz Jeje Zaenudin mengatakan, 10 rekomendasi terebut disepakati para ulama dan dai dari 20 negara.

Pertemuan ini juga turut membahas wilayah-wilayah Islam yang menjadi sasaran serangan secara keji. Serta membahas mengenai aliran-aliran radikal yang dapat menimbulkan perpecahan.

''Dalam rangka untuk menyelamatkan umat Islam dari krisis yang menyelimutinya ini, maka para peserta forum ini menyepakati untuk mendeklarasikan keputusan-keputusan dan rekomendasi,'' ujar Jeje di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (6/5).

Berikut 10 rekomendasi tersebut:

1. Menekankan pentingnya rahmat dalam Islam dan hidup berdampingan secara damai dan harmoni antara Muslim dan non-muslim, dan bahwa cinta terhadap kebaikan antar sesama merupakan hal yang baik, maka seharusnya tidak menginginkan keburukan untuk dirinya sendiri dan orang lain.

2. Untuk mencapai persatuan dan kesatuan di antara umat. Perlu berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang komprehensif dan terintegrasi yang sejalan dengan kaidah-kaidah ilmiah dan praktis yang telah disusun oleh para ulama otoritatif dari masa ke masa.

3. Pentingnya membangun kemitraan kerja sama antara lembaga-lembaga dakwah dengan berbagai lembaga-lembaga ilmiah dan pendidikan baik pemerintah atau swasta, dalam rangka mencapai perdamaian, stabilitas, kemajuan, pembangunan dan kemakmuran dalam naungan ridha Allah SWT.

4. Meningkatkan peran strategis lembaga-lembaga dakwah dan kontribusinya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Muslim di berbagai bidang dan disiplin ilmu dalam rangka mewujudkan misi khairu ummah dan ummatan wasatha.

5. Memperkuat posisi keluarga sebagai institusi terkecil dan pondasi dasar bangsa dan negara, melalui pendidikan dan pengembangan karakter yang mulia yagn sejalan dengan ajaran Islam yang hanif.

6. Mendorong para ulama dan da’i untuk melakukan revolusi penyampaian dakwah yang cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT) dan media sosial, sebagai media untuk menyampaikan dakwah Islam yang berorientasi kepada budaya literasi.

7. Mengingat Indonesia adalah negara Muslim terbesar dalam hal jumlah penduduk, ia harus memainkan peran utama dalam menciptakan perdamaian dunia melalui dakwah dan pendidikan yang didukung oleh kebijakan pemerintah yang benar.

8. Karena Jakarta sebagai Ibu Kota Negara memiliki berbagai keragaman agama, etnis, sosial, budaya dan lain-lain, maka setiap orang yang bekerja di bidang dakwah Islam harus mengambil metode dan strategi yang dapat membina dan mempertahankan kohesi sosial.

9. Memperkuat kedudukan kota Jakarta sebagai pusat peradaban berbasis dakwah dan pendidikan Islam di konteks nasional dan internasional.

10. Membentuk panitia khusus untuk merealisasikan seluruh keputusan forum multaqa ini dengan melibatkan semua unsur-unsur terkait.***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww