Bocah Pemanjat Tiang Bendera Harus Cari dan Jual Asam untuk Biayai Sekolahnya

Bocah Pemanjat Tiang Bendera Harus Cari dan Jual Asam untuk Biayai Sekolahnya
Joni Gala, bocah pemanjat tiang bendera, bersama kedua orangtuanya berdiri di depan rumahnya yang sederhana. (lp6c)
Sabtu, 18 Agustus 2018 13:29 WIB
JAKARTA - Yohanes Andi Gala, siswa kelas VII SMP Silawan mendadak populer gara-gara aksi heroiknya memanjat tiang bendera saat upacara peringatan HUT ke-73 RI di pantai Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto, Kabupaten Belu, NTT, Jumat (17/8/2018).

Bocah berambut keriting itu nekat memanjat tiang bendera setinggi 20 meter untuk menyangkutkan kembali tali bendera yang terlepas dari as-nya di puncak tiang, sehingga pengibaran Bendera Merah Putih bisa dilaksanakan oleh Paskibra.

Dikutip dari liputan6.com, orangtua Joni Gala (sebelumnya disebutkan Joni Kala) ternyata merupakan warga eks Timor Timur. Mereka memilih jadi warga NKRI karena cintanya akan Tanah Air Indonesia.

Aksi nekad Joni itu tanpa disuruh. Semuanya merupakan inisiatifnya sendiri. Bermodal keberanian, bocah ini nekat memanjat tiang bendera saat upacara penting itu nyaris gagal.

''Saya sendiri berlari ke depan dan langsung panjat tiang,'' ujar Joni Gala kepada Liputan6.com, Jumat (17/8/2018).

Dia menuturkan, saat upacara pengibaran bendera sedang berjalan, tiba-tiba dia merasa perutnya mules. Joni pun bergegas mencari obat di posko P3K di area upacara. Saat itulah, dia mendengar cerita petugas kesehatan soal insiden putusnya tali bendera.

Tanpa berpikir panjang, Joni berlari ke depan menuju tiang bendera dan langsung beraksi. Tak butuh waktu lama, Joni sudah berada di puncak tiang bendera yang diperkirakan 20 meter itu. Aksi penyelamatan Joni itu langsung mendapatkan gemuruh tepuk tangan dari peserta upacara.

''Saya tidak rasa takut, yang di otak saya bagaimana Merah Putih bisa berkibar,'' kata Joni Gala.

Bantu Orangtua

Sebagai anak yang hidup serba kekurangan, Joni mengaku sering membantu orangtuanya usai pulang sekolah.

''Saya cari asam dan jual, hasilnya saya serahkan ke orangtua untuk bantu biayai sekolah saya dan kakak-kakak,'' ujar Joni.

Dia mengaku orangtuanya hidup dalam kesulitan karena harus membiayai sekolahnya dan kedua kakaknya yang duduk di bangku SMA.

Dari kecil, Joni mengaku selalu diajarkan kedua orantuanya untuk mencintai NKRI. Karena itu, setiap HUT RI, meski dalam kondisi sakit, seluruh keluarganya akan tetap berupaya menghadiri upacara HUT kemerdekaan RI.

''Saya yang diberi tugas oleh ayah cari bambu di hutan untuk jadikan tiang bendera setiap HUT kemerdekaan RI,'' imbuh bocah yang bercita-cita jadi anggota TNI ini.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww