Pemuda Muhammadiyah Sesalkan Sikap Kepolisian yang Tidak Usut Pihak-pihak Pengancam Ustaz Abdul Somad

Pemuda Muhammadiyah Sesalkan Sikap Kepolisian yang Tidak Usut Pihak-pihak Pengancam Ustaz Abdul Somad
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzhar Simanjuntak. (int)
Selasa, 04 September 2018 15:43 WIB
JAKARTA - Ustaz Abdul Somad (UAS) membatalkan berdakwah di berbagai kota di Pulau Jawa karena mendapat ancaman dari berbagai pihak.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyayangkan keputusan UAS membatalkan sejumlah tausyiahnya di beberapa kota di Jawa itu.

''Dakwah harus terus berjalan, dengan pembatalan tersebut seolah UAS membiarkan perilaku antidemokrasi dan kebencian menang,'' ujar Dahnil kepada sindonews, Selasa (4/9/2018).

Dahnil menegaskan, UAS tidak boleh membiarkan para pelaku intimidasi berlaku dengan cara pikir yang mundur. Bila benar ada tekanan dan intimidasi kepada UAS, keluarga dan tim, Dahnil menyebut ada banyak tokoh-tokoh perlawanan dalam sejarah Indonesia mengalami tekanan tapi tidak pernah mundur selangkah pun.

''Itu watak dai pejuang. Saya berharap UAS mengedukasi publik agar tidak kalah dengan intimidasi dan sikap anti demokrasi dan anti toleransi dan memastikan aparat bertugas sebagaimana mestinya,'' kata Dahnil.

Tak hanya mengkritisi sikap UAS, Dahnil juga menyesalkan sikap polisi yang tidak memproses pihak-pihak yang mengancam dan mengintimidasi. Bagi Dahnil, intimidasi adalah ancaman serius bagi kebebasan bersyerikat dan berpendapat.

Terlebih ancaman dan intimidasi gangguan kondusivitas itu terjadi terhadap acara keagamaan yang harusnya dilindungi negara.

''Nalar sehatnya, harusnya aparat bertanggung jawab mengamankan. Penyelenggara dan UAS tak perlu khawatir dengan ancaman tersebut. Bila ada yang benar mengancam dan intimidasi, polisi bertanggung jawab menangkap siapa saja. Terang mereka adalah radikalis antitoleransi dan anti demokrasi,'' tutur Dahnil.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoNews Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoNews Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoNews Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoNews Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoNews Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoNews Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoNews Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoNews Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoNews Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoNews Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoNews Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoNews Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoNews Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoNews KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoNews KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww