Menolak Nyanyikan Lagu Kebangsaan Australia karena Dianggapnya Rasis, Bocah Perempuan Usia 9 Tahun Dihukum

Menolak Nyanyikan Lagu Kebangsaan Australia karena Dianggapnya Rasis, Bocah Perempuan Usia 9 Tahun Dihukum
Harper Nielsen bersama ayah dan ibunya. (gladeobservr.com.au)
Rabu, 12 September 2018 11:30 WIB
BRISBANE - Seorang murid perempuan berusia 9 tahun di Brisbane, Australia, dilarang pihak sekolah bermain pada jam makan siang hari Jumat, sebagai hukuman atas tindakannya menolak menyanyikan lagu kebangsaan Australia saat upacara di sekolah.

Dikutip dari tribunnews.com, bocah bernama Harper Nielsen dari Kenmore South State School itu melakukan protes diam menentang lagu yang dikatakannya 'salah' tersebut.

''Ketika syair lagu itu mengatakan 'kita adalah bangsa yang masih muda' ini sama sekali mengabaikan warga asli Australia yang sudah ada di sini selama 50 ribu tahun.'' kata Harper.

''Ketika syair itu ditulis pada awalnya, Advance Austtalia Fair berarti advance (majulah) warga kulit putih Australia.''

Harper mengatakan kepada Radio ABC Brisbane bahwa dia kecewa karena mendapat hukuman karena menyampaikan keyakinannya.

''Saya merasa mereka sedang berusaha menghilangkan kuasa yang saya miliki dan itu membuat saya kecewa karena yang saya perjuangkan adalah kesamaan bagi semua orang,'' kata Harper.

Murid kelas 4 tersebut mengatakan keputusan untuk melakukan protes tersebut dilakukannya sendiri, walau masalah tersebut sudah pernah didiskusikan dengan orang tuanya.

Ayah Harper adalah Mark Nielsen, Associate Professor Bidang Psikologi di University of Queensland, yang mengatakan dia sepenuhnya mendukung pandangan putrinya.

''Dia sudah menunjukkan keberanian luar biasa untuk menyuarakan apa yang diyakininya, dan mau melakukan sesuatu berdasarkan keyakinan tersebut dan saya sangat bangga dia mau melakukannya,'' kata Mark.

Associate Professor Nielsen mengatakan meski sudah bertemu dengan pihak sekolah mendiskusikan masalah tersebut, pihak sekolah mengatakan aturan tidak mengizinkan putrinya terus melakukan protes.

''Mereka mengatakan dia harus berdiri atau harus meninggalkan wilayah tempat upacara,'' katanya.

Mark Nielsen mengatakan memaksa putrinya tunduk terhadap apa yang tidak disukainya atau bertentangan dengan apa yang sedang diperjuangkannya.

''Satu hal yang diharapkanya adalah adalah meningkatkan kesadaran dan membuat orang lain berpikir mengenai rasisme yang mengakar, dan bagaimana mereka merasa terhadap orang-orang yang merasakan hal tersebut,'' katanya.

Menanggapi kritik terhadap tindakan putrinya, Associate Professor Nielsen mengatakan penting sekali untuk memberikan kesempatan kepada semua orang untuk memperjuangkan apa yang diyakininya.

''Ini bukan sekedar seseorang ingin berbuat sesuatu tanpa dasar - ini adalah insiden yang sangat spesifik dimana ada alasan kuat dibelakang semuanya, yang berhubungan dengan hak asasi manusia,'' kata Mark Nielsen lagi.

''Ini bukan soal seseorang yang mengatakan dia tidak mau ikut pelajaran matematika.''

Ibu Harper, Yvette Miller, adalah Associate Professor di bidang Kesehatan Masyarakat di Queensland University of Technology.

Dalam sebuah pernyataan, Sekolah Negeri Kenmore South mengatakan sudah bertemu dengan keluarga murid untuk mendiskusikan masalah tersebut.

''Sekolah menghormati keinginan murid, dan memberikan alternatif lain untuk menyanyikan lagu kebangsaan,'' kata pernyataan tersebut.

''Sekolah negeri sudah memiliki standar perilaku yang jelas yang diharapkan dari para murid.''***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.om
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoNews Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoNews Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoNews Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoNews Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoNews Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoNews Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoNews Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoNews Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoNews Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoNews Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoNews Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoNews Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoNews Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoNews KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoNews KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww