Bayi Bermata Satu Lahir di Mandailing Natal, Kasus ke-7 di Dunia, Diduga Ini Penyebabnya

Bayi Bermata Satu Lahir di Mandailing Natal, Kasus ke-7 di Dunia, Diduga Ini Penyebabnya
Bayi bermata satu. (liputan6.com)
Jum'at, 14 September 2018 11:56 WIB
PANYABUNGAN - Seorang bayi berjenis kelamin perempuan dengan kondisi tak lazim lahir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara. Bayi tersebut hanya memiliki satu mata.

Dikutip dari liputan6.com, Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina, Syarifuddin Nasution, mengatakan bayi tersebut lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan, pada Kamis, 13 September 2018, sekitar pukul 15.25 WIB.

''Kita sudah melakukan pengecekan. Tapi, belum sempat menemui orangtuanya, karena masih syok,'' kata Syarifuddin.

Syarifuddin lebih jauh menjelaskan, saat ini kondisi bayi sangat memprihatinkan. Bayi tersebut terlahir dari proses operasi cesar dengan kondisi tidak memiliki hidung dan bermata satu, sedangkan organ tubuh lainnya lengkap.

''Saat ini pihak rumah sakit telah memasang selang oksigen dari mulut bayi,'' ungkapnya

Syarifuddin menyebut, dari keterangan dokter yang melakukan penanganan terhadap bayi, harapan hidup bayi bermata satu sangat kecil. Apalagi kondisi yang dialami bayi termasuk dalam kasus yang sangat langka.

''Kasus-kasus sebelumnya, satu sampai tiga hari. Tadi dokter bilang, lima jam saja sudah syukur. Kondisi umumnya, bayi mengalami gangguan pernafasan dan jatung. Denyut jantung di bawah 100,'' kata Syarifuddin menjelaskan.

Terpapar Merkuri dan Obat-Obatan

Dugaan sementara penyebab bayi lahir bayi bermata satu karena terpapar merkuri dan obat-obatan. Orangtua bayi tinggal di Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan Kota, bekerja di salah satu tambang yang diduga ilegal.

''Orangtua bayi itu warga perantau dari Pulau Jawa. Kita menduga terkena virus,'' ungkapnya.

Informasi diperoleh Liputan6.com, bayi malang itu merupakan anak kelima yang dilahirkan oleh seorang ibu berinisial S. Saat dilahirkan, bayi memiliki berat 2400 gram.

Syarifuddin mengaku, sepengetahuannya kejadian seperti ini tergolong langka, dan merupakan kasus ke-7 yang terjadi di dunia. Sebelum di Panyabungan, kasus yang sama pernah terjadi di negara Mesir.

''Kita masih sulit mendapat informasi, karena keluarga bayi masih tertutup,'' ujarnya.

Rencananya, jika kondisi bayi dalam keadaan stabil, bayi akan dirujuk ke Kota Medan, berjarak kurang lebih 515 kilometer, dengan jarak tempuh 12 jam. Namun melihat kondisi bayi yang diprediksi bertahan satu sampai tiga hari, memunculkan berbagai pertimbangan.

''Takutnya di jalan nanti. Karena dari keterangan dokter, kondisi bayi kemungkinan hanya bertahan hidup 1 sampai 3 hari,'' Syarifuddin menerangkan.

Pihak rumah sakit masih melakukan perawatan intensif. Setiap 15 menit sekali, bayi dicek kondisinya.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoNews Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoNews Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoNews Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoNews Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoNews Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoNews Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoNews Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoNews Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoNews Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoNews Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoNews Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoNews Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoNews Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoNews KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoNews KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww