Juga Diterjang Tsunami, Kondisi di Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong Masih Misteri

Juga Diterjang Tsunami, Kondisi di Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong Masih Misteri
Warga mengevakuasi jasad korban tsunami di Palu. (lp6c)
Minggu, 30 September 2018 19:40 WIB
JAKARTA - Selain Kota Palu dan Kabupaten Donggala, dua kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong juga diterjang tsunami usai diguncang gempa 7,4 SR Jumat (28/9/2018).

Namun hingga kini, kerusakan dan jumlah korban akibat gempa dan tsunami di dua kabupaten tersebut masih misteri, karena masih belum bisa diakses akibat masih lumpuhnya jaringan komunikasi dan transportasi ke kedua wilayah itu.

''Ternyata daerah yang terdampak bukan hanya Kota Palu dan Kabupaten Donggala, tapi juga Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong. Semuanya di Sulawesi Tengah,'' ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jakarta, Minggu (30/9/2018), seperti dikutip dari liputan6.com.

Kata Sutopo, hingga hari ini, baru Kota Palu yang dapat diakses melalui jalur komunikasi. Sedangkan akses ke tiga kabupaten terdampak gempa lainnya masih sangat sulit. Bahkan, BNPB belum mengetahui secara pasti bagaimana kondisi di sana.

''Kabupaten Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong belum ada laporan secara terus-menerus dan komunikasi masih lumpuh, listrik masih padam,'' kata Sutopo.

Dia menuturkan, pihaknya belum mengetahui secara persis sejauh mana dampak gempa di tiga kabupaten tersebut. Termasuk penanganan terhadap masyarakat yang menjadi korban.

''Bapak Presiden juga telah berusaha untuk kontak dengan Gubernur Sulawesi Tengah, ternyata juga mengalami kendala yang sama,'' ucap Sutopo.

Korban Tewas 832 Orang

Data BNPB hingga Minggu siang, sebanyak 832 orang meninggal dunia akibat gempa dann tsunami di Palu dan Donggala. Korban meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa yang diikuti oleh tsunami.

''Jumlah korban jiwa per 30 September 2018 pukul 13.00 WIB 832 orang meninggal dunia,'' ujar Sutopo.

Menurut dia, mayoritas korban merupakan warga Palu sebanyak 821 orang. Sementara, 11 korban lainnya merupakan warga Donggala.

BNPB juga mencatat 540 orang luka berat. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit.

Sebanyak 16.732 jiwa lainnya mengungsi. Mereka mengungsi di 24 titik di Palu dan Donggala.

''Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah karena masih banyak korban yang belum teridentifikasi, korban diduga masih tertimbun bangunan runtuh dan daerahnya belum terjangkau tim SAR,'' ujar Sutopo.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww