Tersungkur Berkali-kali, Alfionita Terus Mendekap Erat Bayinya Berusia 12 Hari Sambil Berlari Saat Gempa 7,4 SR

Tersungkur Berkali-kali, Alfionita Terus Mendekap Erat Bayinya Berusia 12 Hari Sambil Berlari Saat Gempa 7,4 SR
Alfionita dan bayinya di ruang rawat inap RSUD Paperpare. (grid.id)
Kamis, 04 Oktober 2018 08:40 WIB
PAREPARE - Alfionita, ibu muda, dan bayinya, warga Jalan Maleo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, termasuk diantara para korban gempa dan tsunami di Palu yang kini dirawat di RSUD Andi Makkasau, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Dikutip dari grid.id, begini cerita Alfionita menyelamatkan diri dan bayinya saat gempa berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang Palu, Jumat pekan lalu.

Saat terjadi gempa, Alfionita tengah menggendong sambil menyusui bayinya yang masih berumur 12 hari. Melihat bagian rumahnya berjatuhan akibat guncangan gempa, Alfionita kemudian berusaha keluar dari rumah BTN miliknya.

Ia sempat tersungkur beberapa kali dan terkena reruntuhan rumahnya. Ia terus melindungi anaknya dari reruntuhan bangunan rumah.

''Saat menyusui Saulebang, saya melihat perabotan rumah jatuh satu persatu. Melihat bangunan rumah mulai berjatuhan, saya tersadar gempa sedang melanda Kota Palu,'' kisa Alfionita di ruang NICU RSUD Andi Makkasau, Kota Parepare, Selasa (3/10/2018).

Saulebang tetap terlindungi dalam dekapannya. Setelah berupaya menyelamatkan diri, akhirnya Alfionita menemukan tempat yang aman bersama bayinya sebelum akhirnya ditemukan warga.

Dia kemudian diajak mencari tempat yang lebih aman. Alfionita dan anaknya tidak mengalami luka sedikit pun.

''Reruntuhan rumah sempat mengenai diri saya, namun Saulebang tetap saya lindungi dengan tangan bahkan dengan kepala saya. Sempat terjatuh beberapa kali akibat guncangan, akhirnya saya berhasil keluar dari dalam rumah yang mulai runtuh,'' jelas Alfionita.

Alfionita bersama suami dan anaknya, Saulebang, kemudian diajak mengungsi oleh mertuanya ikut ke Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Namun dalam perjalanan sejauh 684 kilometer dari Palu ke kota kelahiran sang suami, Parepare, melalui jalan darat, Alfionita dan rombongan sempat tertahan di perjalanan karena puing-puing rumah dan jalanan yang rusak.

''Dalam perjalanan ke Mamuju, Sulawesi Barat, kami menempuh perjalanan selama lima hari, karena jalan rusak dan puing puing bangunan rumah berserakan di jalanan,'' cerita Alfionita.

Rombongan keluarga Alfionita sempat ditahan warga di perbatasan Palu dan Donggala karena dianggap membawa makanan keluar dari Kota Palu.

Sampai di Kota Parepare, Saulebang, anaknya terserang diare karena diduga meminum air yang tidak sehat saat mengungsi dan pejalanan ke Kota Parepare.

''Kemungkinan Saluebang, kecapeaan dan mengalami dehidrasi. Kemungkinan air campuran bahan makanan bayi yang diberikan sang ibu itu air yang tidak sehat saat mengungsi. Saulebang, anak Alfionita, terserang diare dan harus dirawat di ruangan NICU RSUD Andi Makkasau, Kota Paerpare,'' jelas dr Mahyuddin, ketua Tim Tanggap Darurat RSUD Andi Makkasau Kota Parepare, Sulawesi Selatan. ***

Editor:hasan b
Sumber:grid.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww