Memalukan, Wali Kota Berkelahi dengan Asisten III Saat Upacara, Begini Kronologisnya

Memalukan, Wali Kota Berkelahi dengan Asisten III Saat Upacara, Begini Kronologisnya
Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya berkelahi dan nyaris adu jotos dengan Asisten III Abdullah Abadi. (tribunnews)
Jum'at, 05 Oktober 2018 17:13 WIB
PRABUMULIH - Peristiwa memalukan terjadi saat upacara di halaman Kantor Pemerintahan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (4/10/018) pagi. Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya berkelahi dan nyaris adu jotos dengan Asisten III Setdako Prabumulih Abdullah Abadi di hadapan ratusan pegawai Pemko Prabumulih.

Dikutip dari tribunvideo.com yang melansir kompas.com, perkelahian antara dua pejabat Kota Prabumulih itu viral di media sosial pada Kamis (4/10/2018).

Akun Facebook Palembang Sumsel membagikan video tersebut beserta keterangannya. ''Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya di setiap apel pagi selalu menyindir ASN yang terlibat politik praktis wajib mundur. A diduga terlibat dalam kampanye kotak kosong di Pilkada Kota Prabumulih. ASN berinisial A tersebut merupakan panglima perang, dalam mengampanyekan kotak kosong di Prabumulih Melawan Ridho Yahya,'' tulis keterangan dalam video tersebut.

Awalnya, Wali Kota Ridho Yahya memberikan pidato pengarahan kepada jajarannya saat upacara pagi.

Namun tiba-tiba Abdullah Abadi yang saat itu menjadi komandan upacara menghampiri Ridho Yahya dan nekat mengajak duel sang wali kota.

Hal itu dilakukan lantaran diduga Abdullah tersinggung akan perkataan Ridho Yahya. Ridho yang melihat asistennya maju menghampiri dirinya segera menyambut tantangan Abdullah, mereka beradu mulut dan nyaris adu jotos.

Dalam video yang beredar, terlihat peserta upacara kemudian menghampiri untuk melerai mereka berdua yang sedang berkelahi.

Anggota Satuan Pamong Praja Pemko Prabumulih juga turun tangan untuk segera melerai atasan mereka yang berkelahi dan membawa Abdullah keluar lapangan.

Pelaksana Tugas Kabag Humas Pemko Prabumulih, Benny Rizal mengatakan, perkelahian dipicu pidato pengarahan yang menjelekkan salah satu pejabat Pemko. ''Pak Wali sedang memberikan arahan, mungkin ada yang tersinggung. Iya itu salah satu pejabat,'' kata Benny.

Sedangkan Abdullah enggan memberi keterangan usai perkelahian tersebut, namun ia mengaku pasrah akan nasib jabatannya. Ia pasrah ke depan nasibnya seperti apa, lantaran ia mengaku sangat emosi saat itu.

Disinggung soal jalur hukum, Abdullah mengaku tak akan mengambil tindakan meskipun dirinya dicaci ketika sedang mengikuti apel di halaman kantor Wali Kota Prabumulih.***

Editor:hasan b
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww