Annual Meeting IMF-World Bank di Bali, Pertemuan Berbiaya Rp810 Miliar di Tengah Duka Rakyat Indonesia

Annual Meeting IMF-World Bank di Bali, Pertemuan Berbiaya Rp810 Miliar di Tengah Duka Rakyat Indonesia
Rapat persiapan Annual Meeting IMF-World Bank, yang akan digelar di Bali, 8-14 Oktober 2018. (kumparan)
Sabtu, 06 Oktober 2018 10:27 WIB
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menggelontorkan dana Rp810 miliar untuk membiayai pertemuan tahunan atau Annual Meeting IMF-World Bank, yang akan digelar di Bali, 8-14 Oktober 2018. Dengan demikian, iven ini akan digelar di tengah suasana berduka rakyat Indonesia akibat gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah yang merenggut ribuan jiwa.

Dikutip dari okezone.com, para ahli ekonomi  yang tergabung di tim pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sepakat tak akan menghadiri acara tersebut.

''Koalisi ini tidak akan mengirim wakil ke pertemuan di Bali sebagai sikap kita prihatin dengan keadaan yang ada,'' ujar anggota tim ekonomi Prabowo-Sandiaga, Rizal Ramli usai pertemuan di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018).

Menurut Rizal, acara Annual Meeting IMF-World Bank terlalu boros dengan mengeluarkan dana yang sangat besar. Hingga saat ini pendanaan yang dipakai sudah mencapai Rp566 miliar dari total alokasi dana yang digelontorkan sebesar Rp810 miliar.

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman berharap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) memangkas dana yang digelontorkan untuk acara tersebut.

''Pemerintah kan bisa menghemat misalnya menteri keuangan, bank-bank, supaya klien yang paling kaya pinjemin mobil dua minggu, pasti dikasih. Jadi ada cara-cara untuk menghemat,'' jelasnya.

Tim ekonomi Prabowo-Sandi, lanjut Rizal juga menyarankan agar dana yang dikeluarkan untuk acara tersebut bisa dialokasikan untuk membantu masyarakat Indonesia khususnya daerah yang sedang berduka dilanda bencana alam.

''Kok dalam suasana keprihatinan, bencana di Donggala, Palu, Lombok kok semangat kemewahannya ini luar biasa. Saya kira tidak ada pesta Bank Dunia seperti ini di negara lain. Biasa-biasa saja, bahkan kalau makan disediakan minuman, potato chips, snack. Kagak ada tuh makan-makan, bayar sendiri kalau mau makan,'' tukasnya.

Sudah Habiskan Rp566 Miliar

Pemerintah telah mengeluarkan pembiayaan untuk kebutuhan penyelenggaraan Annual Meetings lMF-World Bank sebesar Rp566 miliar. Realisasi pembiayaan hingga awal Agustus tersebut dinilai pemerintah masih jauh dari pagu anggaran yang sebesar Rp810,17 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan menyatakan, hingga saat ini persiapan untuk acara yang diselenggarakan pada 8-14 Oktober 2018 di Bali, sudah mencapai 85%. Realiasasi anggaran tersebut pun untuk seiring dengan persiapan mengenai tempat, keamanan, hingga transportasi.

''Sampai hari ini Rp566 miliar. Jadi jauh di bawah target atau dari plafon yang kita buat. Jadi enggak perlu mempersoalkan tentang biaya lagi,'' ujarnya di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Dia menyakini, dengan penyelenggaraan event internasional ini maka akan meningkatkan jumlah wisatawan asing hingga menambah devisa di dalam negeri. ''Ini sangat kembali berlipat, bisa didapat dari investasinya dan pariwisata,'' imbuhnya.

Dari sisi pariwisata, Luhut menggambarkan, lewat perbaikan apron Bandara Ngurah Rai saja, maka akan meningkatkan jumlah penumpang sebanyak 1,2 juta baik dari domestik maupun mancanegara. ''(Jadi devisanya) Pasti akan masuk sangat besar,'' katanya.

Adapun pembangunan apron sendiri akan selesai di bulan September. ''Jadi sudah 85% persiapannya, 15% tinggal pelaksanaannya saja, semua hampir selesai. Itu ada apron di Bandara Ngurah Rai yang selesai di September awal. Saya kira bukan masalah lagi,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww