Sudah 1.755 Jenazah Korban Gempa Sulteng Dimakamkan

Sudah 1.755 Jenazah Korban Gempa Sulteng Dimakamkan
Kondisi kehancuran Kota Palu usai diguncang gempa 7,4 SR, Jumat (28/9) lalu. (tribunnews)
Minggu, 07 Oktober 2018 17:59 WIB
JAKARTA - Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) Jumat (28/9) lalu telah mencapai 1.763 orang. Dari jumlah tersebut, 1.755 jenazah diantaranya telah dimakamkan.

''Sebanyak 1.755 jenazah telah dimakamkan. Di TPU Paboya, sebanyak 753 jenazah dilakukan pemakaman massal,'' kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di Graha BNPB, Jakarta Timur, Ahad (7/10).

Sutopo menyebutkan, 35 jenazah juga telah dimakamkan secara massal di TPU Pantoloan. Sementara, 923 jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga. Kemudian 35 jenazah dimakamkan di Kabupaten Donggala, delapan jenazah dimakamkan di Biromaru dan satu jenazah dimakamkan di Pasangkayu (Sulawesi Barat).

BNPB juga melaporkan korban luka berat berjumlah 2.632 orang yang dirawat di rumah sakit. Korban hilang sebanyak 265 orang dan korban tertimbun reruntuhan bangunan 152 orang. Pengungsi terdampak gempa dan tsunami menjadi 62.359 orang yang tersebar di 147 titik.

''Pengungsi berkurang atau turun dibandingkan dua hari yang lalu karena sebagian masyarakat telah kembali ke rumahnya, sebagian masyarakat mengungsi evakuasi ke luar dari Kota Palu mereka ada yang ke Makassar, Jakarta, Gorontala, Balikpapan, dan lainnya,'' jelas Sutopo.

Selain itu, rumah rusak akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai 66.926 unit. Kerusakan tersebut belum diklasifikasikan ke rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat. Sedangkan, rumah rusak di Sulawesi Barat sebanyak 688 unit, di antaranya 250 unit rusak berat, 223 unit rusak sedang, dan 215 unit rusak ringan.

Sutopo juga melaporkan, akibat gempa dan tsunami itu terdapat sekolah mengalami kerusakan. Sejumlah 2.736 unit sekolah rusak yang tersebar di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi.

Kerusakan berat juga terjadi pada fasilitas kesehatan diantaranya, satu Rumah Sakit Anutapura dan enam Puskesmas yakni Puskesmas Talise, Bulili, Mamboro, Lere, Nosara, dan Singgani.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Pemimpin Oposisi Malaysia Sebut Gempa dan Tsunami di Sulteng Hukuman karena Aktivitas LGBT Dibiarkan
GoNews Ajaib, Tsunami Melompati Kubah Masjid Jami di Palu, Begini Kesaksian Jamaah
GoNews Turut Berduka, Palestina Kirim Bantuan untuk Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng
GoNews Basarnas Akhiri Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami Sulteng Mulai Hari Ini
GoNews Prajurit Kostrad Temukan Balita Tengah Peluk Jenazah Ibunya di Bawah Reruntuhan Bangunan di Balaroa
GoNews Usai Digulung Tsunami, Subaini Kehilangan Anak Gadis dan Bayinya
GoNews Terkurung Reruntuhan Bangunan Saat Gempa, Andi Selamat Setelah Muncul Cahaya Putih Ketika Dirinya Berzikir
GoNews Data BNPB, 5.000 Orang Hilang Ditelan Tanah Rengkah dan Lumpur di Balaroa dan Petobo
GoNews Korban Gempa Palu, Rika Minta Dituntun Ayahnya Ucapkan Syahadat Terakhir Sebelum Ditelan Lumpur
GoNews Cari Korban Gempa di Reruntuhan Gereja, Satgas Yonzipur Temukan Uang Lebih Rp1 Miliar
GoNews Pasha Ungu Jadi Sopir Pikap Salurkan Bantuan ke Lokasi Pengungsian Korban Gempa
GoNews Diguncang Gempa Saat Muazin Lantunkan Hayya Alal Falah, Masjid Babul Jannah Kini Masih Kokoh di Pantai Donggala
GoNews Diterjang Tsunami, Masjid Berusia 112 Tahun yang Jaraknya 10 Meter dari Bibir Pantai Donggala Tetap Berdiri Kokoh
GoNews Memilukan, Kehilangan Anak dan Istri, Pria Ini Gendong Bayi Perempuannya Tinggalkan Palu Sambil Menangis
GoNews Gempa Susulan di Sulteng Bisa Hingga 1.000 Kali
GoNews Data Terbaru BNPB, Korban Tewas Gempa dan Tsunami Sulteng 1.407 Orang
GoNews Ribuan Orang Masih Terkubur di Balaroa
GoNews 1.747 Rumah di Perumnas Balaroa Amblas Ditelan Lumpur, Jumlah Korban Jiwa Belum Diketahui
wwwwww