ACT Kirim 1.000 Ton Logistik dan Beberapa Mobil Ambulans ke Sulteng

ACT Kirim 1.000 Ton Logistik dan Beberapa Mobil Ambulans ke Sulteng
Pelepasan keberangkatan 1.000 bantuan logistik untuk korban gempa dan tsunami di Sulteng, di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (8/10). (merdeka.com)
Senin, 08 Oktober 2018 22:26 WIB
SURABAYA - Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirimkan 1.000 ton logistik ke Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk membatu para korban bencana gempa dan tsunami.

Untuk memberangkatkan bantuan kemanusiaan tersebut ACT bekerja sama dengan PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyebarangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero). Sebanyak 1.000 ton logistik itu diangkut KM Melinda, Senin (8/10) hari ini.

Dikutip dari merdeka.com, kapal bermuatan bantuan kemanusiaan itu diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur menuju Pelabuhan Tapia, Palu, Sulteng, yang dilepas langsung oleh Senior Vice President ACT, N Imam Akbari dan Rudi Hanafiah selaku General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Surabaya.

''Bantuan logistik dan pangan ini terus didistribusikan dari berbagai wilayah di Indonesia. Hari ini kami memberangkatkan 1.000 ton logistik,'' kata N Imam Akbari yang juga Presiden Global Wakaf ini, dalam sambutannya.

Seribu ton bantuan kemanusiaan itu, lanjutnya, 500 ton diantaranya berupa beras yang dikumpulkan langsung dari Kabupaten Blora dan sekitarnya, yang dipanen oleh petani lokal binaan Global Wakaf-ACT melalui program Lumbung Pangan Wakaf (LPW).

''Sementara 500 ton sisanya berupa sembako, air mineral, obat-obatan, pakaian baru, paket sanitasi, kebutuhan pangan bayi dan balita, selimut, tenda, dan lainnya,'' jelasnya.

Pihaknya juga mengirim beberapa unit mobil ambulans. Menurut Imam, dampak bencana Palu dan Donggala amat besar.

''Oleh karena itu kami juga berikhtiar besar untuk mendampingi warga terdampak di masa tanggap darurat ini. Evakuasi dan layanan medis masih berlangsung,'' sambungnya.

Berbagai jenis bantuan pangan dan logistik ini dihimpun dari masyarakat Indonesia, tak hanya dari Blora. Tapi juga daru Ngawi, Bojonegoro, Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, dan Surabaya.

Semuanya, kata Imam, dihimpun sejak Rabu pekan lalu hingga Minggu (7/10) kemarin di gudang Indonesia Humanitarian Center (IHC) Surabaya yang berada di Pelabuhan Tanjung Perak.

''Ini menandakan betapa besarnya empati dan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap derita saudara-saudaranya yang tertimpa bencana di Palu dan sekitarnya,'' tandas Imam.

Sementara General Manager PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Surabaya, Rudi Hanafiah mengatakan, pihaknya memiliki armada yang cukup memadai dan efektif untuk menjangkau lokasi bencana di seluruh Indonesia.

''Secara khusus kami memiliki kapal dan kapasitas angkut secara besar, oleh sebab itu kami perlu bekerja sama dengan pihak yang lebih berpengalaman (ACT) dalam pendistribusian bantuan ke lokasi bencana,'' kata Rudi.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww