Panik Diguncang Gempa, Pasien dan Pengunjung RSUD Sumenep Berhamburan

Panik Diguncang Gempa, Pasien dan Pengunjung RSUD Sumenep Berhamburan
Kepanikan di RSUD Sumenep akibat gempa Kamis dinihari. (liputan6.com)
Kamis, 11 Oktober 2018 08:48 WIB
SUMENEP - Gempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang terjadi dinihari tadi, yang berpusat di Situbondo, Jawa Timur, guncangannya terasa sangat kuat di Kabupaten Semenep. Guncangan itu membuat para pasien dan pengunjung di RSUD dr Moh Anwar Sumenep panik, sehingga berhamburan menyelamatkan diri.

''Saat getaran keras terjadi, saya berlari ke bawah untuk menyelamat diri. Waktu itu orang yang ada di rumah sakit berhamburan keluar sambil membawa pasien,'' kata Vera, salah seorang warga yang sedang mengunjungi keluarganya di RSUD dr Moh Anwar, Kamis (11/10/2018), seperti dikutip dari liputan6.com.

Diceritakan Vera, awalnya suasana rumah sakit senyap, mengingat waktu itu sudah pukul 01.46 WIB. Pasien dan keluarganya sedang beristirahat.

Tiba-tiba bumi berguncang keras, dan seketika suasana menjadi riuh. Terdengar suara teriakan keras dari dalam ruangan rawat inap, warga berlarian ke luar rumah sakit sambil membawa pasien.

''Kami takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Makanya lari keluar dari ruangan, sebab getaran gempa yang terjadi di sini cukup keras,'' jelas Vera saat dihubungi Liputan6.com.

Evakuasi Pasien

Kepanikan akibat guncangan gempa membuat pihak rumah sakit segera bahu membahu mengevakusi pasien ke tempat yang lebih aman, untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

''Jadi ketika terjadi gempa pasien langsung dievakuasi. Kami memang mengantisipasi hal itu ketika ada bencana,'' kata Saprul, Humas RSUD Sumenep.

Meski berada di luar ruangan, rasa takut akibat guncangan keras yang melanda masyarakat tak kunjung hilang. Warga pasrah dan hanya bisa berdoa agar tidak lagi ada gempa susulan. Apalagi sebagian warga yang berada di rumah sakit juga memikirkan nasib keluarga lainnya yang berada di rumah, khawatir terjadi sesuatu akibat gempa tersebut.

Tiga Dilaporkan Tewas

Data sementara dampak gempa dilaporkan 3 orang meninggal dunia dan beberapa rumah mengalami kerusakan. Daerah yang terparah adalah di Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Tiga orang meninggal dunia adalah:

1) Nuril Kamiliya (7) Desa Prambanan, Kecamatan Gayam - Sumenep.

2) H. Nadhar (55) Dusun. Jambusok, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam - Sumenep.

3) Laki-laki dewasa (masih identifikasi) Desa Prambanan, Kecamatan Gayam - Sumenep.

''Korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Kejadian gempa Kamis dini hari (11/10/2018) saat korban sedang tidur. Tiba-tiba gempa mengguncang dan rumah roboh sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri,'' tulis Humas BNPB Sutopo, dalam keterangan tertulisnya.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww