Putra Mandala Sakti, Bayi Usia 2 Tahun yang Ditemukan Selamat di Atas Pohon Setelah Diseret Tsunami 600 Meter

Putra Mandala Sakti, Bayi Usia 2 Tahun yang Ditemukan Selamat di Atas Pohon Setelah Diseret Tsunami 600 Meter
Putra Mandala Sakti, bayi usia 2 tahun yang ditemukan selamat di atas pohon setelah diseret tsunami. (tribunnews)
Jum'at, 12 Oktober 2018 15:32 WIB
PALU - Tidak sia-sia orangtuanya memberinya nama Putra Mandala Sakti. Bayi berusia dua tahun ini terbukti benar-benar 'sakti'. Buktinya, bayi lelaki ini selamat, meskipun diseret tsunami sejauh 600 meter di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) lalu.

Dikutip dari tribunvideo.com, Putra bertemu dengan orangtuanya setelah lima hari terpisah usai gempa dan tsunami menerjang Palu. Hal itu diketahui saat relawan Garbi melakukan distribusi logistik di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, pada Senin (8/10/2018) lalu. Orangtua Putra menceritakan kisah pertemuannya dengan sang anak kepada relawan Garbi.

Sepuluh anggota keluarga Putra, terpisah karena terseret arus tsunami termasuk bayi berusia dua bulan tersebut. Putra kemudian ditemukan warga di atas pohon pada keesokan harinya pasca-tsunami.

Kondisi Putra berlumur lumpur usai terseret tsunami sejauh 600 meter dari rumahnya. Karena tak diketahui identitasnya, Putra lantas dibawa warga ke posko pengungsian. Putra dan keluarganya baru bertemu lima hari setelah tsunami menerjang.

''Mereka (orangtua Putra) mendapat kabar ada bayi laki-laki ditemukan, pas dicek ternyata itu Putra,'' ujar E.Z. Muttaqien Yunus, koordinator media GARBI kepada tribun-video.com.

Ibu Putra menangis haru ketika mengetahui bayinya selamat usai terseret tsunami. ''Kami kira dia sudah meninggal pak,'' ujar Muttaqien menirukan cerita ibu Putra.

Selama lima hari sebelum bertemu dengan orangtuanya, putra dirawat di RS Bhayangkara Palu.

''Jadi Putra ini selama lima hari tak dapat ASI, dia cuma minum susu formula,'' imbuh Muttaqien.

Relawan Garbi memberi bantuan dan perhatian khusus kepada Putra.

''Kami bertemu Putra dan keluarganya dua kali, yang pertama kami bertemu, mendengarkan kisah mereka, serta memberi bantuan, namun saat datang lagi lain hari mereka sudah pulang,'' ungkap Muttaqien.

Hingga kini relawan Garbi masih berada di Palu dan Donggala untuk membantu para korban serta membagikan bantuan dari para donatur.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunvideo.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww