Sebut SPP Lebih Mahal dari Sewa Villa, Dilarang Ujian Bila Tak Lunas, Ratusan Siswa SMK Negeri Desak Kepsek Mundur

Sebut SPP Lebih Mahal dari Sewa Villa, Dilarang Ujian Bila Tak Lunas, Ratusan Siswa SMK Negeri Desak Kepsek Mundur
Ratusan siswa SMK Negeri 1 Rembang demo menuntut kepala sekolahnya mundur. (tribunvido)
Jum'at, 12 Oktober 2018 08:35 WIB
REMBANG - Ratusan siswa SMK Negeri 1 Rembang, Pasuruan, Jawa Timur, menuding kepala sekolahnya (Kepsek-nya) arogan, karena melarang siswa mengikuti ujian bila belum melunasi SPP.

Sebagai bentuk protes atas kebijakan tersebut, ratusan siswa kelas X hingga XII melakukan orasi di halaman SMKN 1 Rembang, Kamis (11/10/2018). Mereka mendesak Kepala SMKN 1 Rembang mundur.

Dikutip dari Tribun Video yang melansir Tribun Jatim, para siswa mengeluhkan tidak adanya toleransi sedikitpun dari pihak sekolah terhadap siswa yang terlambat melunasi SPP.

Siswa mengaku kecewa, terutama dengan tingkah arogan pihak sekolah, khususnya kepala sekolah.

''Kami ingin dia mundur. Harga SPP aja tinggi. Berbeda jauh dengan sekolah lain. Kami minta dia mundur,'' kata seorang siswa yang tak mau disebutkan namanya.

Keluhan tersebut dituangkan dalam tulisan di sebuah karton:

''Kami Demo Ilmu gak barokah, Korupsi juga gak barokah pak''.

''Jangan mempersulit kami dalam meraih cita - cita''.

''Keluarkan tikus berdasi''.

''Harga SPP lebih mahal daripada villa di Songgoriti''.

''Welcome to SMKN Rembang, Dimana UTS bukan disuruh belajar, tapi disuruh lunasin SPP''.

Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Rohani Siswanto menyayangkan kebijakan sekolah yang melarang siswa ikut ujian lantaran tidak membayar SPP.

Di sisi lain, dirinya juga prihatin lantaran siswa berani demo ke pihak sekolah.

''Ini tidak mencontohkan pelajar yang baik. Bagi saya, ini sebenarnya yang salah siapa. Sekolahnya atau siswanya. Saya kira sekolahnya gagal memberikan edukasi dan komunikasi yang baik. Ini perlu ditindaklanjuti,'' katanya.

Menurut Rohani, sosok Kepsek tidak menjadi contoh yang baik sebagai pimpinan. Ia menilai, perlu ada perubahan, dan sepengetahuannya, kepsek ini memang agak susah diajak berkomunikasi.

''Kami akan lakukan koordinasi ke perwakilan SMA di Provinsi. Kewenangan SMKN kan sekarang ada di Provinsi. Makanya, kami akan lakukan rapat dalam jangka waktu dekat untuk menyelesaikan masalah ini,'' ungkap dia. ***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Mati Mesin, Kapal Pesiar Mengangkut Warga Asing dan WNI Karam di Laut Banda
GoNews Orangutan dan Bayinya Disiksa Secara Keji di Aceh, 74 Peluru Bersarang di Tubuh dan Matanya
GoNews Caleg di Pasaman Barat Cabuli Putri Kandung Sejak Umur 9 Hingga 17 Tahun, Begini Terungkapnya
GoNews 52 Warga Watu Bonang Mengungsi ke Ponpes, Ternyata Ini Identitas Pria yang Sebar Isu Kiamat Sudah Dekat
GoNews Yakin Kiamat Sudah Dekat, 52 Warga Desa Watubonang Eksodus ke Ponpes di Malang
GoNews Tolak Menyerah, Istri Terduga Teroris di Sibolga Nekat Ledakkan Diri
GoNews Warga Sibolga Kembali Dikejutkan 2 Ledakan Bom Rabu Dini Hari
GoNews 7 Jam Dikepung, Istri Terduga Teroris di Sibolga Tak Juga Menyerah, Bertahan dalam Rumah bersama Anaknya
GoNews Prabowo Pukul Tangan Pengawalnya karena Dorong Emak-emak dengan Kasar
GoNews Bantah Klaim Menkumham, Mahathir Sebut Pembebasan Siti Aisyah Bukan Hasil Lobi Pemerintah Indonesia
GoNews Patuhi Larangan Kemenhub, Garuda Indonesia Stop Operasikan Boeing 737 Max 8
GoNews Lieus Sebut Polisi Persulit Perizinan Konser Hadapi dengan Senyuman Ahmad Dhani
GoNews Safari Politik 3 Hari di Sumut, Maruf Amin Klaim Sukses Rebut Suara Prabowo
GoNews Pasca Jatuhnya Lion Air dan Ethiopian Airlines, China Larang Operasikan Boeing 737 MAX 8
GoNews Beredar Kabar Pesawat Prabowo Dilarang Mendarat di Banjarmasin, Angkasa Pura I Membantah
GoNews Hakim Bebaskan Siti Aisyah dari Dakwaan Membunuh Kim Jong Nam
GoNews WNI yang Jadi Korban Ethiopian Airlines Seorang Wanita yang Bekerja untuk World WFP PBB
GoNews Jenis Ethiopian Airlines yang Jatuh Sama dengan Lion Air, Kemenhub Diminta Awasi Ketat Boeing 737 Max 8
wwwwww