Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
Lingkungan
10 jam yang lalu
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
2
Ke KSAD Andika, 1.262 Siswa Secapa TNI Sedih Dinyatakan Positif Corona, Padahal Tak Merasakan Sakit Apapun
Peristiwa
23 jam yang lalu
Ke KSAD Andika, 1.262 Siswa Secapa TNI Sedih Dinyatakan Positif Corona, Padahal Tak Merasakan Sakit Apapun
3
Kurikulum Pendidikan Tak Masuk Pelajaran Tentang Pancasila, MPR Kecewa
Politik
23 jam yang lalu
Kurikulum Pendidikan Tak Masuk Pelajaran Tentang Pancasila, MPR Kecewa
4
Netty Desak Pemerintah Gratiskan Rapid Test bagi Warga Kurang Mampu
Politik
24 jam yang lalu
Netty Desak Pemerintah Gratiskan Rapid Test bagi Warga Kurang Mampu
5
Kata Legislator setelah Aljannah Melahirkan di Teras
Kesehatan
21 jam yang lalu
Kata Legislator setelah Aljannah Melahirkan di Teras
6
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020

Abaikan Permintaan China, Malaysia Bebaskan 11 Muslim Uighur dan Terbangkan ke Turki

Abaikan Permintaan China, Malaysia Bebaskan 11 Muslim Uighur dan Terbangkan ke Turki
Muslim Uighur. (nu.or.id)
Senin, 15 Oktober 2018 17:51 WIB
KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia mengabaikan permintaan China untuk mengekstradisi sebelas orang Muslim Uighur yang masuk ke Malaysia setelah kabur dari penjara di Thailand. Malaysia memutuskan membebaskan kesebelas Muslim Uighur tersebut karena mereka dinilai tidak melakukan kesalahan.

''Mereka tidak berbuat salah di negara ini, jadi mereka dibebaskan,'' kata PM Mahathir dalam komentar singkat kepada wartawan di parlemen Malaysia di Putrajaya, sebagaimana dilansir South China Morning Post pada Senin (15/10/2018).

Banyak pengamat memperkirakan langkah Malaysia kemungkinan akan membebani hubungan Malaysia dengan China, yang sempat bersitegang dengan Mahathir Mohamad kala membatalkan proyek investasi Negeri Tirai Bambu senilai lebih dari US$ 20 miliar, sesaat setelah kemenangannya dalam Pemilu tahun ini.

China yang telah meminta ekstradisi sejak dua bulan terakhir, mengatakan dengan tegas pada Jumat 12 Oktober, pihaknya menentang keputusan Malaysia untuk membebaskan 11 orang muslim Uighur dan membiarkan mereka terbang ke Turki.

Jaksa di Malaysia menetapkan putusan hukuman terhadap kelompok Uighur itu atas dasar kemanusiaan, kata pengacara mereka.

Kesebelas Muslim Uighur ditahan dan didakwa karena secara ilegal memasuki Malaysia, setelah sebelumnya kabur dari penjara di Thailand pada November lalu.

Mereka dikabarkan melarikan diri pada November dengan menjebol tembok penjara dan menggunakan selimut untuk turun.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww