Iklan Kampanye Pasangan Jokowi-Ma'ruf Terbit di Media Indonesia, Begini Tanggapan KPU dan Bawaslu

Iklan Kampanye Pasangan Jokowi-Maruf Terbit di Media Indonesia, Begini Tanggapan KPU dan Bawaslu
Iklan kampanye Jokowi-Ma'ruf di harian Media Indonesia. (tribunnews)
Jum'at, 19 Oktober 2018 11:46 WIB
JAKARTA - Pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawares) yang akan bertarung pada Pilpres 2019, baru dibolehkan memuat iklan kampanye di media cetak, online, televisi dan sebagainya, 21 hari sebelum berakhirnya masa kampanye.

Namun pada Rabu (17/10/2018), terdapat foto Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang disertai nomor urut paslon dan tagline dalam koran harian Media Indonesia. Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 ini dinilai mencuri star iklan kampanye di media massa.

Dikutip dari merdeka.com, menanggapi curi star iklan kampanye pasangan Jokowi-Ma'ruf tersebut, komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengatakan, pihaknya telah memfasilitasi para paslon untuk mulai berkampanye melalui iklan di media massa pada Maret 2019 mendatang.

''Jadi perlu dijelaskan bahwa iklan kampanye difasilitasi oleh KPU mulai maret 2019 sampai 13 April 2019. Jadi semua pihak mohon untuk menahan diri tidak beriklan di media baik itu media elektronik maupun cetak sebelum waktunya. Itu akan menjadi kewenangan Bawaslu menanganinya berdasarkan perundang-undangan yang berlaku,'' kata Wahyu di KPU, Jakarta Pusat, Rabu (17/10).

Ia pun menerangkan, iklan yang diduga dilakukan terhadap Jokowi-Ma'ruf sudah masuk pada unsur kategori citra diri. Karena di dalam iklan itu bukan hanya adanya foto Jokowi dan Ma'ruf, melainkan juga adanya nomor 01 disudut atas kanan iklan tersebut.

''Ya kalau citra diri jelas sudah masuk ya, karena sudah ada nomor urut, itu kan sudah masuk katagori citra diri. Ya artinya sudah ada citra dirinya,'' terangnya.

Kendati demikian, menurutnya, yang bisa menangani temuan itu adalah Bawaslu. ''Ya itu kewenangan Bawaslu, saya kan anggota KPU. (Kalau ada yang laporkan) ya silakan, nanti KPU offside,'' ujarnya.

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan, aturan untuk citra diri belum masuk dalam PKPU. Aturan citra diri paslon akan dimasukkan dalam PKPU khusus. Dalam PKPU baru ada soal definisi citra diri, peserta pemilu, anggota DPR, DPRD dan partai politik.

''(Citra diri) belum (masuk PKPU), yang masuk peraturan KPU baru definisi citra diri, peserta pemilu anggota DPR dan DPRD, parpol. Tapi citra diri capres-cawapres itu memang belum ada norma yang diatur dalam peraturan KPU,'' terang Wahyu.

''Sehingga kita baru sampaikan ini baru level gugus tugas KPU, Bawaslu dan Dewan Pers yang bersepakat bahwa ruang lingkup citra diri untuk pemilu presiden dan cawapres itu paslon dan nomor urut paslon bahwa ruang lingkup citra diri, untuk Pemilu presiden dan wapres adalah Paslon dan nomor urut Paslon, begitu,'' sambungnya.

Masih Mengkaji

Sementata Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) mengaku masih mengkaji dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan paslon nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, yang memasang iklan di media cetak nasional dengan slogan 'Jokowi-Ma'ruf Amin untuk Indonesia'.

''Sekarang sedang kita lakukan kajian terhadap hal itu,'' kata Komisioner Bawaslu Frits Edward Siregar kepada wartawan, Jakarta, Jumat (19/10).

''Sedang didalami sebagai temuan. Didalami oleh bagian DLP yang berpotensi melanggar pasal 276 dan 492,'' katanya.

Seperti tertulis di Pasal 492 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menyatakan, setiap orang yang dengan sengaja berkampanye di luar jadwal yang ditetapkan KPU untuk setiap peserta pemilu sebagaimana dimaksud Pasal 276 Ayat 2 UU Pemilu dipidana maksimal 1 tahun penjara dan denda maksimal Rp12 juta.

Sementara Pasal 276 Ayat 2 merupakan pengaturan waktu atas bentuk kampanye di media massa, baik cetak maupun elektronik, serta rapat terbuka yang hanya bisa dilakukan selama 21 hari sebelum dimulainya masa tenang.

Ia pun menjelaskan, para Capres-Cawapres baru bisa memasang atau memuat iklan di media cetak, online, TV dan sebagainya itu 21 hari sebelum berakhirnya masa kampanye.

''Soal iklan, karena iklan kan baru bisa dilakukan 21 hari sebelum akhir masa kampanye, atau 23 Maret baru bisa dimulai,'' jelasnya.

Jika salah satu capres-cawapres, lanjutnya, melanggar aturan yang sudah dibuat atau yang sudah ada. Maka akan dikenakan sanksi pidana.

''Itu kan sebuah iklan di media cetak. Itu ada pidananya di pasal 282 pidana dan denda,'' ungkapnya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Ternyata Perdana Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew Belajar GBHN dari Pak Harto
GoNews Mitsubishi Fokus Kembangkan Model SUV dengan Teknologi Listrik
GoNews Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Otomotif Dalam Rangka Produksi Mobil Listrik
GoNews KM Mina Sejati Dibajak 3 ABK-nya, 2 Penumpang Tewas karena Mencebur ke Laut, 18 Belum Diketahui Nasibnya
GoNews Bom Meledak di Pesta Pernikahan, 63 Orang Tewas, Sebagian Korban Wanita dan Anak-anak
GoNews Kakinya Tertusuk Paku Berkarat, Gadis Paskibraka Pembawa Baki Ini Tetap Jalankan Tugasnya Sambil Meringis
GoNews Pejabat Badan Kesbangpol Ini Keterlaluan, Mahasiswa Urus Izin Penelitian Pun Dipungli, Begini Akibatnya
GoNews Ustaz Abdul Somad Dilaporkan Brigade Meo, Begini Kata Kabid Humas Polda NTT
GoNews Batal Jadi Paskibraka karena Digantikan Anak Bupati, Koko Bisa Hadir di Istana dan Bersalaman dengan Jokowi
GoNews Digagalkan Jadi Paskibraka Labuhanbatu, Koko Malah Jadi Petugas Upacara HUT RI di Jakarta dan Hadir di Istana
GoNews Setelah Gas Air Mata Ditembakkan ke Asrama, 43 Mahasiswa Papua Menyerah dan Diangkut ke Mapolrestabes Surabaya
GoNews Kapal Bermuatan 80 Penumpang Terbakar di Perairan Tapulaga, 7 Orang Tewas dan Puluhan Hilang
GoNews Veteran Duduk Paling Belakang Saat Upacara HUT RI di Istana Negara, Cucu Jenderal Sudirman Mengaku Sedih
GoNews 12 Prajurit TNI Dihadang Kelompok Bersenjata di Trans Wamena-Habema, 2 Tertembak
GoNews Diledek Gemuk Ketika Ingin Makan Es Krim, Gadis 14 Tahun Tusuk Pacarnya Hingga Tewas
GoNews Upacara HUT ke-74 RI di Pulau Reklamasi, Anies Baswedan: Ini Tanah Air Kita
GoNews Begini Penampakan Pesawat Bermuatan 233 Penumpang yang Mendarat Darurat di Ladang Jagung
GoNews Kawanan Burung Camar Tersedot Mesin, Pesawat Bermuatan 233 Penumpang Mendarat di Ladang Jagung
wwwwww