Ketua Harian MUI: Yang Dibakar Banser Itu Kalimat Tauhid, Bukan Bendera HTI

Ketua Harian MUI: Yang Dibakar Banser Itu Kalimat Tauhid, Bukan Bendera HTI
Sejumlah anggota Banser membakar bendera berkalimat tauhid di Garut, Jawa Barat, Minggu (21/10). (islamedia.id)
Selasa, 23 Oktober 2018 13:30 WIB
JAKARTA - Ketua Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yunahar Ilyas mengatakan, yang dibakar anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Garut, Jawa Barat, Minggu (21/10/2018), merupakan bendera bertuliskan kalimat tauhid, bukan bendera ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

''Kita melihat yang dibakar itu adalah kalimat tauhid, karena tidak ada simbol HTI di situ,'' kata Yunahar Ilyas, di Kantor MUI Pusat, di Jakarta, Selasa (23/10/2018), seperti dikutip dari okezone.com.

Yunahar sangat menyesalkan pembakaran bendera berkalimat tauhid tersebut, apa lagi dilakukan dalam acara terbuka dan ditonton banyak orang.

Yunahar pun khawatir hal tersebut bakal menimbulkan kegaduhan. ''Ini bisa menimbulkan kegaduhan. Ini peristiwa terjadi tidak dalam ruang kosong, kalau dalam ruang kosong tentu tidak akan menimbulkan kegaduhan,'' tegasnya.

Sebelumnya, beredar video sekelompok orang membakar bendera berwarna hitam bertulis kalimat tauhid. Video yang viral di media sosial itu kemudian dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak kepolisian.

''Yah benar, kejadiannya di Garut,'' tutur Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, saat dikonfirmasi.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil ikut angkat bicara atas kasus ini. Lewat akun Instagramnya, @ridwankamil menyesalkan aksi pembakaran bendera yang tertera kalimat tauhid di atasnya. Meski dia mengerti bahwa pembakaran tersebut dimaksudkan 'menghanguskan' simbol organisasi yang sudah dilarang Pemerintah, tapi menurutnya tetap saja 'tindakan tersebut sudah pasti memberikan multi tafsir'.

''Lain kali serahkan saja kepada aparat keamanan. Sebaiknya jika kita tidak suka terhadap sesuatu, belajarlah untuk menyampaikan pesan dengan adab dan cara yang baik. Bangsa kita harus naik kelas menjadi bangsa yang lebih mulia dan lebih beradab. Keberadaban kita dilihat dari cara kita menyampaikan pesan dan dilihat dari cara kita menyelesaikan perbedaan,'' tulis Ridwan Kamil.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww