Jokowi Kembali Sebut Politikus Sontoloyo

Jokowi Kembali Sebut Politikus Sontoloyo
Presiden Joko Widodo. (temo.co)
Rabu, 24 Oktober 2018 15:21 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali menyebut politikus sontoloyo, hari ini, Rabu (24/10). Dijelaskan Jokowi, politikus sontoloyo yang dimaksudkannya adalah politisi yang menggunakan segala jurus jelang tahun politik.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali menyebut politikus sontoloyo, hari ini, Rabu (24/10). Dijelaskan Jokowi, politikus sontoloyo yang dimaksudkannya adalah politisi yang menggunakan segala jurus jelang tahun politik.

Dikutip dari cnnindonesia.com, ciri-ciri politikus sontoloyo, kata Jokowi, adalah politikus yang menyerang lawan politik tanpa tata krama.

''Jelang Pemilu, banyak cara-cara tidak sehat digunakan politisi. Segala jurus dipakai untuk memperoleh simpati rakyat. Yang enggak baik sering menyerang lawan politik dengan cara tak beradab, tidak ada tata kramanya,'' kata Jokowi di ICE BSD, Rabu (22/10).

Politikus sontoloyo pertama kali disinggung Jokowi kemarin, ketika membagikan sertifikat tanah warga Jakarta Selatan. Ia meminta masyarakat berhati-hati terhadap politikus sontoloyo.

Menurutnya, banyak politikus baik, tetapi banyak juga politikus sontoloyo yang berusaha memecah persatuan dan kesatuan di masyarakat saat Pemilu.

''Kalau masih pakai cara lama, politik kebencian, SARA, adu domba, Pecah belah itu namanya politik sontoloyo,'' kata mantan Wali Kota Solo ini.

Salah satu contoh yang disebutkan kemarin adalah politisasi dana kelurahan. Kebijakan dana kelurahan dinilai oposisi politis karena dilakukan jelang Pemilihan Presiden 2019 yang diikuti Jokowi selaku petahana.

Padahal, kata Jokowi, kebijakan dibuat karena mendengar keluhan lurah kepada wali kota yang merasa timpang dengan desa. Sejak 2015, pemerintah menyuntik dana desa untuk meningkatkan perekonomian warganya.

''Saya ingatkan ini saya kira bukan zamannya lagi menggunakan kampanye misalnya politik adu domba. Sekarang zamannya politik adu program, ide, dan gagasan,'' Jokowi menegaskan.

Tak Punya Tata Krama

Sebelumnya, Kepala Divisi Hukum dan Advokasi DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean, menyayangkan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut banyak politikus sontoloyo di tengah masyarakat. Dia menilai Jokowi tak punya tata krama sebagai seorang pemimpin nomor satu di negeri ini.

''Saya pikir presiden Jokowi sedang menunjukkan kelasnya yang tak memiliki tata krama politik dengan menyebut pihak yang mengkritiknya sebagai politisi sontoloyo,'' kata Ferdinand Hutahaean kepada CNNIndonesia.com, Selasa (23/10).

''Ini tidak patut dan sangat disayangkan seorang presiden mengeluarkan kata-kata yang tidak baik seperti ini,'' ujar Ferdinand menambahkan.

Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sontoloyo memiliki arti ''konyol, tidak beres, bodoh (dipakai sebagai kata makian).''

Ferdinand merasa aneh kritik terhadap pengucuran dana keluruhan itu dibalas Jokowi dengan melontarkan banyak politikus sontoloyo. Menurutnya, pernyataan Jokowi itu semakin menunjukkan dirinya antikritik dan bisa mengarah pada otoriter.

''Jokowi kalau diberi amanah satu kali lagi, saya yakin akan jadi presiden otoriter yang tidak akan menerima kritik,'' tuturnya.

Ferdinand mengatakan kritik yang dilontarkan kalangan politikus terhadap kebijakan pemerintah bertujuan baik, agar tak muncul politisasi anggaran demi kepentingan elektabilitas Jokowi, yang maju pada Pilpres 2019.

''Saya harus ingatkan Jokowi, hati-hati memberikan pernyataan, nanti ada yang bilang waspadai dan jangan pilih capres sontoloyo. Kan tidak elok dan akan makin tegang kondisi politik kita,'' ujarnya.***

Editor:hasan b
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Ternyata Perdana Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew Belajar GBHN dari Pak Harto
GoNews Mitsubishi Fokus Kembangkan Model SUV dengan Teknologi Listrik
GoNews Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Otomotif Dalam Rangka Produksi Mobil Listrik
GoNews KM Mina Sejati Dibajak 3 ABK-nya, 2 Penumpang Tewas karena Mencebur ke Laut, 18 Belum Diketahui Nasibnya
GoNews Bom Meledak di Pesta Pernikahan, 63 Orang Tewas, Sebagian Korban Wanita dan Anak-anak
GoNews Kakinya Tertusuk Paku Berkarat, Gadis Paskibraka Pembawa Baki Ini Tetap Jalankan Tugasnya Sambil Meringis
GoNews Pejabat Badan Kesbangpol Ini Keterlaluan, Mahasiswa Urus Izin Penelitian Pun Dipungli, Begini Akibatnya
GoNews Ustaz Abdul Somad Dilaporkan Brigade Meo, Begini Kata Kabid Humas Polda NTT
GoNews Batal Jadi Paskibraka karena Digantikan Anak Bupati, Koko Bisa Hadir di Istana dan Bersalaman dengan Jokowi
GoNews Digagalkan Jadi Paskibraka Labuhanbatu, Koko Malah Jadi Petugas Upacara HUT RI di Jakarta dan Hadir di Istana
GoNews Setelah Gas Air Mata Ditembakkan ke Asrama, 43 Mahasiswa Papua Menyerah dan Diangkut ke Mapolrestabes Surabaya
GoNews Kapal Bermuatan 80 Penumpang Terbakar di Perairan Tapulaga, 7 Orang Tewas dan Puluhan Hilang
GoNews Veteran Duduk Paling Belakang Saat Upacara HUT RI di Istana Negara, Cucu Jenderal Sudirman Mengaku Sedih
GoNews 12 Prajurit TNI Dihadang Kelompok Bersenjata di Trans Wamena-Habema, 2 Tertembak
GoNews Diledek Gemuk Ketika Ingin Makan Es Krim, Gadis 14 Tahun Tusuk Pacarnya Hingga Tewas
GoNews Upacara HUT ke-74 RI di Pulau Reklamasi, Anies Baswedan: Ini Tanah Air Kita
GoNews Begini Penampakan Pesawat Bermuatan 233 Penumpang yang Mendarat Darurat di Ladang Jagung
GoNews Kawanan Burung Camar Tersedot Mesin, Pesawat Bermuatan 233 Penumpang Mendarat di Ladang Jagung
wwwwww