Kata Faisal Basri, Lawan Utama Jokowi Bukan Prabowo, Tapi Musuh dalam Selimut

Kata Faisal Basri, Lawan Utama Jokowi Bukan Prabowo, Tapi Musuh dalam Selimut
Ekonom Faisal Basri. (bisnis.com)
Rabu, 24 Oktober 2018 12:43 WIB
JAKARTA - Lawan utama Joko Widodo (Jokowi) menjelang pemilihan presiden 2019 mendatang, bukanlah Prabowo Subianto, melainkan musuh dalam selimut.

Pendapat tersebut disampaikan peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri pada akun Twitternya @FaisalBasri, Selasa (23/10/2018).

Dikutip dari tribunnews.com, musuh dalam selimut yang dimaksudkan Faisal tersebut adalah sejumlah menteri di Kabinet Jokowi-Jusuf Kalla (JK).

Faisal memosting data dari Litbang (R&D) Kompas yang memperlihatkan grafik kepuasan masyarakat mengenai kinerja pemerintah.

Grafik itu diberi judul 'Overall satisfaction with the government's performance decline significantly in October 2018'. (Kepuasan keseluruhan dengan kinerja pemerintah menurun secara signifikan pada bulan Oktober 2018).

Tampak dalam grafik itu, ada dua garis berwarna biru dan merah. Biru artinya puas dan merah artinya tidak puas.

Di bulan Januari 2015, tampak kepuasan terhadap kinerja pemerintah mencapai 65,1 persen.

Kemudian di April 2015, kepuasan terhadap kinerja pemerintah menurun jadi 53,8 persen, di mana ketidak puasan naik dari 34,9 persen menjadi 46,2 persen.

Pada Oktober 2015, kepuasan hanya naik kurang dari satu persen.

Kemudian di bulan April 2016, kepuasan terhadap kinerja pemerintah kembali naik ke angka 67,4 persen.

Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan Januari 2015.

Namun, kecenderungan kepuasan terhadap kinerja pemerintah mulai menurun di Oktober 2016 menjadi 65,9 persen. Kembali turun di April 2017 dengan angka 63, 9 persen.

Kepuasan terhadap kinerja pemerintah kembali naik di bulan Oktober 2017 dengan angka 70,8 persen. Semakin naik di bulan April 2018 dengan angka 72,2 persen.

Sementara itu, di Bulan Oktober 2018, yang artinya merupakan data terkini, kepuasan terhadap kinerja pemerintah justru malah turun. Dari angka 72,2 persen, menurun menjadi 65,3 persen.

Sementara ketidakpuasan ada di angka 34,7 persen.

Sepertinya, itulah alasannya mengapa Faisal Basri mengatakan kalau musuh Jokowi adalah para menterinya. Sebab, kerja para menteri Jokowi ini sangat memperngaruhi persentase kepuasan terhadap kinerja pemerintah tersebut.

Karena itulah Faisal Basri menyatakan, musuh utama Jokowi adalah para menterinya.

Ia bahkan mengingatkan, popularitas Jokowi bisa-bisa akan terus tergerus jika membiarkan beberapa menterinya 'menyelam' dalam kubangan lumpur beracun.

''Popularitas Pak Jokowi bisa-bisa bakal terus tergerus jika membiarkan beberapa menterinya 'menyelam' dalam kubangan lumpur beracun. Musuh utama Pak Jokowi bukan Pak Prabowo, melainkan mereka itu,'' cuit Faisal Basri di Twitter.

Faisal juga membagikan data lainnya dari Litbang (R&D) Kompas. Dalam data itu disebutkan bahwa tingkat kepuasan di semua bidang menurun, namun yang terendah, yakni di bidang ekonomi.

Tampak pada data terkini di bulan Oktober tahun 2018, kepuasan terhadap politik dan keamanan berada di angka tertinggi, yakni 73,1 persen. Sementara kepuasan terhadap penegakan hukum sebanyak 55,3 persen.

Nah, di bidang ekonomi, kepuasannya hanya mencapai 50,2 persen, dan merupakan yang terendah.

Sedangkan untuk kepuasan di kesejahteraan sosial berada di angka 64,8 persen.

Faisal Basri mengingatkan, musuh dalam selimut yang seharusnya diwaspadai oleh Jokowi.

''Yang cinta Pak Jokowi sepatutnya kritis dan lantang mengingatkan bahaya "musuh dalam selimut" itu, ketimbang menyesal di kemudian hari,'' cuitnya.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww