Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Hukum
16 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
2
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
16 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
3
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
Politik
14 jam yang lalu
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
4
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
12 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
5
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
Politik
19 jam yang lalu
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
6
Misbakhun Yakin New Normal Akan Bangkitkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19
Politik
15 jam yang lalu
Misbakhun Yakin New Normal Akan Bangkitkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19

Diancam Dinikahi, Gadis 14 Tahun Digauli Ayah Kandung di Hadapan Ibunya

Diancam Dinikahi, Gadis 14 Tahun Digauli Ayah Kandung di Hadapan Ibunya
Ilustrasi korban pemerkosaan. (int)
Jum'at, 26 Oktober 2018 09:48 WIB
MEMPAWAH - Seorang gadis berusia 14 tahun di Kecamatan Mempawah Barat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, menjadi korban kebejatan ayah kandungnya, berinisial SS.

Dikutip dari tribunvideo.com, Kasat Reskrim Polres Mempawah AKP Denny Satria mengatakan, pelaku melakukan perbuatan bejatnya pada Sabtu (13/10/2018) sekitar pukul 23.30 WIB.

Saat itu pelaku yang baru pulang ke rumah meminta istrinya untuk membangunkan anak mereka. Usai korban bangun, SS kemudian menunjukkan uang Rp30 ribu kepada korban.

SS kemudian melakukan pelecehan terhadap korban hingga korban merasa ketakutan. ''Mak takut mak, abah mak, takut,'' kata korban ketakutan.

SS memarahinya dan memukul korban yang telah menangis.

Pelaku bahkan mengatakan akan menjadikan anaknya sebagai istri. ''Kau pasti ku binikan (kamu pasti aku jadikan istri),'' kata Denny menirukan ucapan pelaku.

Pelaku menggauli paksa (memperkosa) korban di hadapan istrinya dalam kamar dan mengancam akan membunuh korban jika melawan. Ibu dan anak itu hanya pasrah karena takut.

Karena ketakutan dan mendapat intimidasi dari SS, ibu korban baru berani melapor satu minggu setelah kejadian.

''Korban, sama si ibu ini dalam keadaan ketakutan karena ancaman pelaku. Karena sudah tidak tahan, akhirnya sang ibu melaporkannya perbuatan sang ayah ini ke pihak kepolisian, dan kita langsung tangani,'' katanya, seperti dilansir Tribunpontianak.co.id.

Pelaku ditangkap Rabu (24/10/2018) di rumahnya tanpa perlawanan.

Menurut pengakuan pelaku, dia baru pertama kali melakukan pemerkosaan terhadap anaknya.

Sementara itu, berdasarkan hasil visum, korban mengalami luka di alat vitalnya.

Denny mengatakan, korban terancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara atas perbuatannya.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunvideo.com
Kategori:Ragam

wwwwww