Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
23 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
2
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
Hukum
23 jam yang lalu
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
3
DPR Mulai Uji Coba Teknis Pemggunaan 'Smartcard'
DPR RI
23 jam yang lalu
DPR Mulai Uji Coba Teknis Pemggunaan Smartcard
4
Masuk Jakarta tanpa SIKM harus Tes Swab Biaya Sendiri Sekitar Rp1,2 juta
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Masuk Jakarta tanpa SIKM harus Tes Swab Biaya Sendiri Sekitar Rp1,2 juta
5
Viral, Tak Mampu Beli Susu, Seorang Ayah Serahkan 2 Anaknya ke Petugas PSBB
Peristiwa
23 jam yang lalu
Viral, Tak Mampu Beli Susu, Seorang Ayah Serahkan 2 Anaknya ke Petugas PSBB
6
Status Darurat Covid-19 Diperpanjang di Tengah Gaung 'New Normal'
GoNews Group
23 jam yang lalu
Status Darurat Covid-19 Diperpanjang di Tengah Gaung New Normal

Dibacok Abangnya Berkali-kali, Afrina Rosa Bersimbah Darah di Dapur Rumahnya di Pelalawan

Dibacok Abangnya Berkali-kali, Afrina Rosa Bersimbah Darah di Dapur Rumahnya di Pelalawan
Afrina Rosa dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalankerinci. (tribunnews)
Jum'at, 26 Oktober 2018 11:23 WIB
PANGKALANKERINCI - Afrina Rosa (33) mengalami luka parah dan bersimbah darah setelah dibacok abang kandungnya, BJS alias Jaka (35), berkali-kali.

Dikutip dari tribunnews.com, peristiwa sadis itu terjadi Kamis (25/10/2018) malam, di rumah pelaku dan korban, di Jalan Pemda Gang Wajib Senyum Kecamatan Pangkalankerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau.

''Pelaku menganiaya korban menggunakan parang. Sekarang pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Pangkalankerinci,'' kata Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan, kepada tribunpelalawan.com, Jumat (26/10/2018).

Afrina mengalami luka bacok di bagian kepala dan tangannya. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalankerinci untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan medis.

Kejadian berawal ketika orangtua korban dan pelaku sedang duduk di ruang tengah rumah sekitar pukul 20.00 WIB.

Tiba-tiba orangtuanya mendengar suara ribut disusul dengan jeritan minta tolong dari dapur rumahnya.

Penasaran apa yang terjadi, orangtuanya langsung berlari mengecek ke ruang dapur. Orangtua korban terkejut melihat putrinya terduduk di lantai dengan kepala bersimbah darah.

Sedangkan pelaku berdiri di depan korban dengan memegang sebilah parang di tangan kanannya, sambil memarahi adik perempuannya itu.

''Setelah orang tuanya melihat, pelaku pergi meninggalkan korban dan rumah,'' tambah Kaswandi.

Melihat korban bersimbah darah, pihak keluarga langsung membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Pengkalankerinci.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Ragam

wwwwww