Djoko Santoso Sebut Ada VOC Baru, Ini yang Dimaksudkannya

Djoko Santoso Sebut Ada VOC Baru, Ini yang Dimaksudkannya
Djoko Santoso diwawancarai wartawan. (detik.com)
Jum'at, 26 Oktober 2018 09:02 WIB
MALANG - Pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang harus berlangsung lancar dan damai. Jangan sampai menimbulkan kekisruhan. Sebab, bila terjadi kekisruhan, maka 'VOC' baru akan menangguk keuntungan.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno, Djoko Santoso, usai bertemu ribuan purnawirawan dan warakawuri di Griya Bina Lawang Kabupaten Malang, Selasa (24/10) lalu.

''Ini bukan sekadar Pilpres tapi adalah menyelamatkan negara. Kita dalam Pilpres tidak boleh terpecah, nanti yang ketawa dan senang VOC baru tadi itu,'' kata Djoko Santoso.

VOC adalah singkatan dari Vereenogde Oostindische Compagnie, perusahaan Belanda pelaku penjajahan di Indonesia di masa lalu. Tapi jelas, bukan VOC ini yang dimaksudkan Djoko Santoso.

Saat ditanya tentang penjajahan baru, Djoko menyebutkan bahwa kekayaan Indonesia dari pertambangan hingga perkebunan sudah menjadi milik pihak asing. Apalagi dengan kondisi dolar yang sudah lebih Rp15 ribu, harus diwaspadai.

Menurutnya, semua itu terjadi akibat pemimpin bangsa yang salah urus, sehingga utangnya sangat tinggi. Ditambah lagi, harga barang-barang kebutuhan masyarakat terus naik dan tentu saja makin menyusahkan masyarakat.

Djoko mengatakan, para purnawirawan TNI dan warakawuri memiliki kesadaran dan terpanggil setelah melihat kondisi bangsa saat ini. Mereka pun sadar dengan sendirinya atas panggilan tersebut.

''Itu sebenarnya kesadaran sendiri, mereka lebih tahu bagaimana situasi bangsa, kondisi bangsa, hambatan dan tantangan bangsa dari masyarakat kebanyakan,'' katanya.

Djoko juga menyebut, jumlah purnawirawan TNI tidak begitu besar dibandingkan jumlah kelompok masyarakat kebanyakan. Tetapi mereka memiliki potensi besar yang harus diperhatikan dan dirawat.

''Purnawirawan itu punya anak, istri, purnawirawan juga masih punya pengaruh di sekelilingnya. Pernah jadi Babinsa dan lain sebagainya, yang pasti ada pengikutnya,'' kata Djoko.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoNews Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoNews Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoNews Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoNews Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoNews Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoNews Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoNews Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoNews Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoNews Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoNews Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoNews Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoNews Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoNews Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoNews KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoNews KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww