Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
2
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Ekonomi
22 jam yang lalu
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
3
Indonesia Belum Siap Hadapi 'New Normal' menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
Kesehatan
22 jam yang lalu
Indonesia Belum Siap Hadapi New Normal menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
4
8 atau 5 Juni Mal Jakarta Dibuka Kembali, APPBI Siap Ikuti Pemerintah
Ekonomi
21 jam yang lalu
8 atau 5 Juni Mal Jakarta Dibuka Kembali, APPBI Siap Ikuti Pemerintah
5
Taat PSBB, Warga Pilih Berdoa di Rumah meski TPU di Depan Mata
Lingkungan
21 jam yang lalu
Taat PSBB, Warga Pilih Berdoa di Rumah meski TPU di Depan Mata
6
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
Internasional
18 jam yang lalu
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab

Korban Pembunuhan, Ibu dan Putrinya Tewas Bersimbah Darah di Kampar

Korban Pembunuhan, Ibu dan Putrinya Tewas Bersimbah Darah di Kampar
Jenazah korban pembunuhan di Tapung, Kampar. (tribunvideo)
Jum'at, 26 Oktober 2018 10:27 WIB
PEKANBARU - Warga Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (25/10) pagi dikejutkan dengan ditemukannya jasad RD dan putrinya, PT, dalam kondisi berlumuran darah di rumahnya.

Dikutip dari tribunvideo.com yang melansir dari tribunpekanbaru, seorang warga, Romi, mengatakan jasad RD ditemukan di dapur, sedangkan jasad PT ditemukan di sebuah ruangan yang dijadikan gudang dalam rumah itu. Pintu gudang itu merupakan akses keluar sisi kanan rumah.

''Keduanya berdarah. Darah berserakan. Enggak tahan melihatnya,'' kata Romi.

Dilihat dari posisi jasad, warga menduga korban RD dihabisi pelaku saat sedang memasak di dapur. 

Diketahui RD sehari-hari berjualan lontong.  Sedangkan putrinya, RT, berstatus pelajar.

Pembunuhan tersebut terjadi saat suami RD atau ayah PT, BR, tidak berada di rumah. BR saat itu sedang memancing di sungai sekitar rumahnya.

Tiga pekan sebelumnya, PT sempat mengaku kepada temannya bahwa ia dibuntuti seseorang saat pulang sekolah.

''Dia pernah cerita, ada yang buntuti pas pergi sama pulang sekolah. Dilihat dari kaca spion. Dia berhenti, dia (orang yang membuntuti) ikut berhenti pula,'' kata seorang teman PT saat hadir melayat.

PT mengaku, sosok yang membuntutinya terasa tak asing baginya. Namun, PT tak menyebutkan siapa sosok yang membuntutinya itu.

Karena ketakutan, PT meminta tolong teman lelakinya untuk mengawalnya saat berangkat dan pulang sekolah.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunvideo.com
Kategori:Ragam

wwwwww