Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
24 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
2
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Peristiwa
23 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
3
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
MPR RI
20 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
4
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
MPR RI
20 jam yang lalu
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
5
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
Politik
20 jam yang lalu
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
6
New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
Olahraga
20 jam yang lalu
New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet

Para Penumpang Lion Air JT 610 Diduga Terperangkap dalam Badan Pesawat

Para Penumpang Lion Air JT 610 Diduga Terperangkap dalam Badan Pesawat
Petugas Basarnas menncari korban Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang. (int)
Senin, 29 Oktober 2018 20:06 WIB
JAKARTA - Tim SAR telah menemukan sejumlah potongan tubuh dari korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Dikutip dari republika.co.id, Direktur Operasional Basarnas Brigjen Marinir Bambang Suryo menyatakan, hingga proses evakuasi Senin sore, tim telah mengumpulkan potongan tubuh ke dalam enam kantong jenazah.

''Sebanyak enam kantong jenazah tersebut telah diserahkan langsung ke Rumah Sakit Polri untuk dilakukan identifikasi. Saya perkirakan bahwa masing banyak korban yang terperangkan di dalam pesawat. Sejak pagi hingga sekarang (sore) baru ditemukan beberapa potongan tubuh saja,'' kata Bambang dalam Konferensi Pers di Kantor Pusat Basarnas, Senin (29/10) sore.

Selain menemukan beberapa potongan tubuh, personel tim juga menemukan barang milik korban berupa KTP hingga pakaian korban. Bambang menegaskan, meski telah memasuki malam hari, Basarnas terus melanjutkan proses evakuasi korban selama 24 jam.

Basarnas juga telah mengerahkan KRI Rigel untuk mempermudah pencarian termasuk untuk di malam hari.

Ia menjelaskan, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas, proses evakuasi dilakukan selama tujuh hari. Jika sebelum masa itu, bangkai pesawat dan jasad korban telah ditemukan semua, maka pencarian dihentikan. Namun, jika belum ditemukan seluruhnya, Basarnas akan membahas kemungkinan perpanjangan waktu.

''Oleh karenanya Basarnas harus segera mencari posisi pesawat tersebut untuk dilaksanakan penyelaman. Sebab, sangat memungkinkan sekali untuk kita lakukan penyelaman,'' ujar dia.

Berdasarkan laporan tim di lapangan, pesawat diprediksi tenggelam hingga kedalaman 30-40 meter di bawah permukaan laut.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww