SBY Minta Jokowi Jelaskan, Kenapa Hanya Tol Suramadu yang Digratiskan?

SBY Minta Jokowi Jelaskan, Kenapa Hanya Tol Suramadu yang Digratiskan?
Jembatan Suramadu. (detikcom)
Senin, 29 Oktober 2018 08:56 WIB
JAKARTA - Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggratiskan penggunaan jembatan yang menghubungkan Pulau Jawan dengan Madura atau tol Suramadu (Surabaya-Madura), memunculkan persepsi berbeda di kalangan masyarakat dan elite.

Menyikapi polemik tersebut, Ketua Umum Partai. Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Jokowi menjelaskan alasannya ke masyarakat, kenapa hanya tol Suramadu saja yang digratiskan?

''Karena saya tahu sekarang timbul polemik pro dan kontra dari kalangan masyarakat, Pak Jokowi bisa menjelaskan alasan beliau, mengapa khusus biaya tol Jembatan Suramadu itu digratiskan,'' kata SBY usai acara temu kader Partai Demokrat se-DIY di Kulon Progo, Minggu (28/10/2018), seperti dikutip dari suara.com.

Menurut Presiden ke-6 RI ini, Jokowi perlu menjelaskan, apakah kebijakan menggratiskan tol Suramadu itu berdasarkan pertimbangan ekonomi, pertimbangan sosial atau pertimbangan yang lainnya.

Dengan penjelasan itu, menurut dia, diharapkan dapat menghindari persepsi yang salah serta polemik yang berkepanjangan di kalangan masyarakat.

''Rakyat ini kan hanya ingin mendengarkan mengapa hanya Suramadu yang digratiskan. Belakangan saya juga mendengar ada yang meminta (Tol) Jagorawi juga digratiskan karena sudah lama dan dianggap sudah untunglah pengembangnya sehingga bisa membantu rakyat,'' kata SBY seperti dilansir Antara.

Kendati demikian, SBY tidak ingin terburu-buru mengatakan pembebasan biaya Tol Suramadu itu merupakan kebijakan yang keliru.

''Ya kalau itu kebijakan Presiden Jokowi saya tidak boleh terburu-buru mengatakan kebijakan itu salah karena setiap presiden memiliki hak dan kewenangan untuk menetapkan kebijakan atau mengubah sebuah kebijakan yang ada,'' tuturnya.

SBY mengaku pada periode pemerintahannya telah melanjutkan pembangunan Jembatan Suramadu setelah sempat terhenti pembangunannya pada era Presiden Megawati.

Pembangunan terhenti, kata SBY, disebabkan dua hal, yakni kurangnya alokasi anggaran di APBN pada era Megawati serta terhentinya kerja sama pembangunan jembatan itu dengan Tiongkok.

''Segera kami carikan solusi dua-duanya dan pembangunan kita lanjutkan hingga akhirnya tahun 2009 bisa kita resmikan,'' tutur SBY, menjelaskan tahap pembangunan jembatan itu.***

Editor:hasan b
Sumber:suara.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww