Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
14 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
14 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
13 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
13 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
14 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
6
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
13 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional

Basarnas Menduga Badan Pesawat Lion Air JT 610 Pecah dan Berkeping karena Benturan Keras

Basarnas Menduga Badan Pesawat Lion Air JT 610 Pecah dan Berkeping karena Benturan Keras
Tim penyelamat mengumpulkan barang korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 Senin (29/10). (lp6c)
Selasa, 30 Oktober 2018 05:52 WIB
JAKARTA - Pesawat Lion Air JT 610 yang bermuatan 189 orang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi.

Operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan di lokasi sekitar jatuhnya pesawat Lion JT 610 telah menemukan kepingan-kepingan badan pesawat, benda-benda milik pesawat barang-barang milik penumpang dan potongan tubuh manusia.

Dikutip dari liputa6.com, pihak Basarnas menduga, pesawat ditemukan tidak utuh karena kemungkinan pecah da berkeping akibat berbenturan keras dengan air laut.

''Menurut saya, dari ketinggian segitu menuju ke air tekanannya lebih keras. Mungkin juga karena benturan itu juga pecah dan mengakibatkan serpihan berdampak pada tubuh korban,'' jelas Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI Bambang Suryo Aji di Gedung Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018) malam.

Bambang Suryo juga belum bisa memastikan, apakah pesawat Lion Air JT 610 meledak sebelum jatuh ke laut atau tidak. Namun, serpihan ekor pesawat yang ditemukan menunjukkan tak ada bekas terbakar.

''Kita tidak tahu meledak atau tidaknya,'' kata Bambang.

''Bagian ekor serpihannya yang ditemukan, ada logo Lion-nya itu. Tidak ada seperti terbakar, hanya potongan saja,'' tambah dia.

Sejauh ini, Basarnas juga belum bisa memastikan penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Apakah karena cuaca buruk atau kesalahan teknis alias human error.

''Saya belum mendapatkan (informasi) secara pasti apakah ini karena human error atau karena cuaca buruk. Saya tidak berani memberikan statement, takut. Nanti dari pihak penerbangan maupun dari KNKT sendiri yang akan memberikan keterangan. Tugas kami di sini adalah berupaya mencari bangkai pesawat dan mengevakuasi korban secepatnya,'' kata Bambang.

Dia memprediksi, kecil kemungkinan ada penumpang yang selamat.

Seperti diketahui pesawat Lion Air JT610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang membawa total 189 orang penumpang dan kru.

''Prediksi saya sudah tidak ada yang selamat. Karena korban yang ditemukan saja beberapa potongan tubuhnya sudah tidak utuh, sehingga dalam beberapa jam ini kemungkinan sekali jumlah 189 korban sudah dalam keadaan meninggal dunia semua,'' ujar Bambang.

Sebelumnya, Tim SAR dan TNI AL melakukan penyisiran di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT-160 rute Jakarta-Pangkal Pinang.

Pantauan Liputan6.com, tim menemukan benda-benda yang diduga milik penumpang pesawat yang jatuh tersebut. Selain itu, tim SAR gabungan menemukan jenazah yang sudah tidak utuh.

Saat berada di titik 05° 51.926' LS 107° 06.797' BT, seorang anggota melihat benda besar yang mengapung ke atas permukaan. Anggota pun menariknya ke kapal.

Benar saja, saat berhasil diangkat ke kapal itu merupakan jenazah korban Lion Air. ***

Editor:hasan b
Sumber:liutan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww