Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
10 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
Politik
20 jam yang lalu
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
4
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi 'Online' Jadi Perusahaan Transportasi
Politik
18 jam yang lalu
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi Online Jadi Perusahaan Transportasi
5
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
Hukum
18 jam yang lalu
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
6
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Peristiwa
18 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan

Nelayan Ini Saksikan Lion Air JT 610 Jatuh dari Jarak 200 Meter, Begini Pengakuannya

Nelayan Ini Saksikan Lion Air JT 610 Jatuh dari Jarak 200 Meter, Begini Pengakuannya
Pesawat Lion Air registrasi PK-LQP jenis Boeing 737 MAX 8 yang jatuh di Kawarang. (Humas Lion Air/liputan6.com)
Selasa, 30 Oktober 2018 18:43 WIB
KARAWANG - Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang, jatuh di perairan Tanjung Karawang, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi.

Dikutip dari merdeka.com, seorang nelayan di Tanjung Pakis, Karawang, bernama Sabudi (30), mengaku menyaksikan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 tersebut.

Diceritakan Sabudi, ia melihat pesawat berputar-putar di udara dan akhirnya menukik ke laut.

''Pertama melihat pesawat berputar-putar, menukik tajam dari ketinggian hingga masuk ke dalam lautan,'' kata Sabudi di lokasi pencarian, Selasa (30/10).

Sabudi mengatakan, pesawat tidak meledak di udara, namun meledak di titik jatuhnya.

''Tidak ada ledakan atau percikan api saat pesawat masih di udara. Dentuman keras baru terdengar setelah pesawat jatuh ke laut,'' katanya.

Setelah mendengar ledakan dari titik pesawat jatuh yang jaraknya hanya sekitar 200 meter dari dirinya, Sabudi langsung menuju pantai. Ternyata di pantai sudah banyak orang yang bicara tentang adanya pesawat jatuh.

Sabudi menambahkan, dirinya menunjukkan titik jatuhnya pesawat ke petugas di pantai. Dia melihat potongan-potongan pesawat beserta potongan tubuh manusia.

''Saya kembali lagi bersama polisi dan melihat potongan pesawat, potongan tubuh dan barang-barang,'' ujarya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww