Lolos dari Musibah Lion Air JT 610, Saiful Rahman Sujud Syukur di Masjid Agung Palembang

Lolos dari Musibah Lion Air JT 610, Saiful Rahman Sujud Syukur di Masjid Agung Palembang
Saiful Rahman, selamat dari musibah Lion Air JT 610 karena terjebak macet. (viva.co.id)
Jum'at, 02 November 2018 11:05 WIB
JAKARTA - Saiful Rahman sangat jengkel ketika bus Primajasa yang ditumpanginya dari Bandung menuju Bandara Soekarno-Hatta, Senin (29/10) pagi, terjebak macet di Tol Cikampek. Belakangan Saiful menyadari, bahwa kemacetan tersebut merupakan skenario Allah SAW menyelamatkan dirinya dari musibah pesawat Lion Air JT 610.

Ya, Saiful Rahman, termasuk salah satu dari beberapa orang calon penumpang Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang batal terbang dengan pesawat tersebut Senin (29/10) pagi. Pesawat naas itu ternyata jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa, setelah 13 menit lepas landas.

Dikutip dari Viva.co.id, Saiful Rahman yang merupakan pegawai Pemerintah Kota Palembang, Sumsel itu, mengaku sangat bersyukur karena bus yang ditumpanginya terjebak macet, sehingga terlambat sampai di Bandara dan ditinggalkan Lion Air JT 610.

''Jika tidak terjebak macet, saya akan jadi salah satu penumpang di dalam pesawat itu (Lion Air JT-610). Saya tidak tahu nasib saya seperti apa andai tidak ketinggalan pesawat,'' kata Saiful di Palembang pada Kamis (1/11/2018).

Saiful, yang ingin menuju Pangkalpinang, seharusnya sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta pukul 05.00 WIB. Namun karena terjebak macet, dia baru tiba di Bandara pukul 07.15 WIB.

''Ketika saya dengar pesawat itu jatuh, saya sangat sedih sekaligus bersyukur. Saya bersyukur karena diselamatkan Yang Kuasa,'' ujarnya.

Saiful mengungkapkan, sehari sebelum kejadian dia masih berada di Bandung, Jawa Barat. Dia sengaja ke sana untuk bertemu anaknya yang bekerja di salah satu perusahaan di Kota Kembang terrsebut.

Sementara pada Senin pagi dia sudah harus tiba di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Setelah itu dia juga harus segera kembali ke Sumatera Selatan untuk menuju Kabupaten Ogan Komering Ilir.

''Saya ke Bangka itu dipesankan tiket elektronik oleh rekan saya Agus Firman Jaya dan dapatlah Lion Air untuk penerbangan pukul 06.40 WIB. Karena tiket berangkat pagi, jadi saya berangkat ke Cengkareng pukul 23.00 WIB dengan bus Primajasa," katanya.

Dua Kali Pesan Tiket

Akibat kemacetan lalu lintas di Jalan tol sampai dengan enam jam, Saiful batal terbang dengan pesawat Lion Air JT 610. Dia kembali memesan tiket di maskapai yang sama pada pukul 11.00 WIB.

Namun saat mendengar berita di televisi bahwa pesawat Lion Air yang batal ditumpanginya jatuh, Saiful sempat kaget dan tidak percaya.

Dia bahkan kembali membatalkan penerbangan ke Pangkalpinang dan diganti dengan penerbangan menuju ke Palembang pukul 11.40 WIB.

''Sampai di Palembang saya langsung ke Masjid Agung dan sujud syukur. Setelah itu baru melanjutkan perjalanan ke Kabupaten OKI,'' katanya.

Tujuannya ke Pangkalpinang hendak ke Distrik 3 arah Pangkalpinang, perbatasan Bangka Belitung-Ogan Komering Ilir (OKI) untuk menyelesaikan pekerjaan. Dia telah ditunggu sejak 09.00 WIB.

''Saya biasa ke sana dan biasa menggunakan jalur Bangka. Karena kalau dari sana hanya memakan waktu satu jam. Sedangkan dari Palembang bisa 3,5 jam. Karena kecelakaan itu, saya memilih kembali dulu ke Palembang baru ke OKI,'' tuturnya.

Saiful memilih naik pesawat Lion Air karena memang harga tiketnya cukup terjangkau. Selain itu, maskapai Lion Air juga menyediakan jam penerbangan pagi.

''Setelah kejadian, saya berharap agar pihak maskapai lebih memperhatikan lagi SOP keselamatan penumpang dan pemerintah dapat melakukan pengawasan. Jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi,'' harapnya.***

Editor:hasan b
Sumber:viva.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww