Loading...    
           

Bersiaplah Beli Telur, Daging Ayam dan Cabai Lebih Mahal Jelang Akhir Tahun

Bersiaplah Beli Telur, Daging Ayam dan Cabai Lebih Mahal Jelang Akhir Tahun
Ilustrasi warga membeli telur ayam di pasar. (int)
Minggu, 11 November 2018 15:09 WIB
JAKARTA - Harga telur ayam dan daging ayam berpotensi naik menjelang akhir tahun 2018. Hal itu disebabkan tingginya permintaan menyambut Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Dikutip dari merdekamcom, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, meningkatnya kebutuhan masyarakat akan telur dan daging ayam menjelang Natal dan Tahun Baru, merupakan hal lazim setiap tahun.

''Telur dan ayam ada potensi kenaikan harga,'' kata Mendag Enggar dalam Rapat Koordinasi Nasional Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (11/11).

Dia mengatakan, saat menjelang Natal dan Tahun Baru, kebutuhan masyarakat akan telur meningkat, sementara pasokannya dikhawatirkan menurun. ''Supply-nya, saya khawatir berkurang, mudah-mudahan tidak, maka akan jadi persoalan,'' kata dia.

Oleh sebab itu Mendag Enggar meminta seluruh kepala dinas perdagangan untuk terus mengawasi kenaikan harga dua komoditas tersebut. Mendag Enggar menjabarkan, pemerintah sebenarnya sudah menerapkan strategi untuk menekan kenaikan harga telur, sejak komoditas itu mengalami penurunan harga beberapa waktu lalu.

''Saat harga telur turun, kami justru menaikkan harga batas bawah dan meminta pedagang retail modern membeli harga lebih tinggi sehingga para peternak tidak mengalami kerugian,'' kata dia.

Bila harga telur dibiarkan melemah, maka dia khawatir peternak memilih afkir dini, memotong ayam petelur. Pada akhirnya, pasokan telur berkurang dan harga akan meningkat lebih tinggi. ''Kami meminta tolong koordinasi dengan pasar, membeli jangan terlalu rendah,'' kata dia.

Selain telur dan ayam, harga cabai merah dan cabai keriting juga berpotensi naik, dipengaruhi keterbatasan pasokan karena sudah memasuki musim hujan.

Sementara itu, secara keseluruhan menurut mendag, harga komoditas pangan relatif stabil, tidak terlalu mempengaruhi inflasi. Pasokan beras relatif mencukupi, demikian pula minyak goreng, daging, bawang putih dan bawang merah. ''Kontribusi 'volatile food' tidak tinggi pada inflasi,'' tutup Mendag Enggar.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
GoNews Orangtua Tak Mampu Beli Susu, Bayi Perempuan di Polman Minum Kopi Tubruk 5 Gelas Sehari, Begini Kondisinya
GoNews Terobos Kobaran Api Selamatkan Kakeknya, Bocah 6 Tahun Tewas Terbakar, Negara Berikan Medali Keberanian
GoNews 8 Tewas Akibat Bus Tabrak Truk Tangki di Lintas Sumatera, Ini Identitas Korban
GoNews Polisi Tertelungkup di Atas Kap Mobil dan Terseret 200 Meter, Ini Penjelasan Polda Metro
GoNews Asap Kiriman Indonesia Liburkan 500 Sekolah di Malaysia
GoNews Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Meninggal dalam Status Terpidana Korupsi
GoNews Tak Punya Ongkos Pulang ke Rumah, Siswa MTs Numpang Truk Tanah, Tergelincir Saat Naik dan Tergilas Ban
GoNews Kenal Lewat Medsos, Ketemu dan Main Ludo di Kamar Hotel, Wanita 24 Tahun Digilir dan Dirampok, 2 Pelaku Ditembak Polisi
GoNews Kemendikbud Terbitkan 2 Aturan Dana BOS Afirmasi dan Kinerja
GoNews Suhu di Padang Sangat Dingin, 18 Derajat Celsius, Ini Penjelasan BMKG
GoNews Ribuan Ikan dengan Tulang Retak dan Mata Copot Terdampar, Warga Ambon Ketakutan Bakal Datang Tsunami
GoNews Hapuskan Label Halal Daging Impor, Permendag 29/2019 Tabrak UU Jaminan Produk Halal
GoNews Numpang Nonton di Rumah Tetangga, Gadis 13 Tahun Diperkosa dan Dibunuh, Jasadnya Ditemukan dalam Karung
GoNews Pemerintah Didesak Cabut Permendag yang Tak Wajibkan Daging Impor Berlabel Halal
GoNews Terbitkan Aturan Daging Impor Tak Wajib Label Halal, Menteri Perdagangan Dinilai Tak Hormati Umat Islam
GoNews Busyro Khawatir Revisi UU KPK Sebagai Bayaran Jokowi
GoNews Serangan Drone Hancurkan Kilang Minyak Arab Saudi, Pasokan Terganggu 5,7 Juta Barel Per Hari
GoNews Tanggapi Revisi UU KPK, Mahfud: RUU Harus Masuk Prolegnas, Tak Bisa Dibahas Tiba-tiba
wwwwww