Kata JK, Sebut Politikus Sontoloyo dan Genderuwo Termasuk Kampanye Negatif

Kata JK, Sebut Politikus Sontoloyo dan Genderuwo Termasuk Kampanye Negatif
Jusuf Kalla. (int)
Rabu, 14 November 2018 09:34 WIB
JAKARTA - Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla, menilai istilah politikus sontoloyo dan politikus genderuwo yang digunakan Capres Joko Widodo (Jokowi), yang diarahkan kepada pihak tertentu, termasuk kampanye negatif.

''Itu kampanye negatif namanya. You salah, kita ungkap kesalahan, karena itu jangan berbuat salah. Salah bicara, salah tindak, salah apa, macam macam,'' kata JK di Kantor Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018), seperti dikutip dari tribunnews.com.

Lanjut JK, ada pula bentuk kampanye lain, yakni kampanye hitam dan kampanye positif. Berbeda dengan kampanye hitam yang berupa fitnah, kampanye negatif masih dianggap biasa dan belum melanggar aturan.

''Ada konflik gak? Ndak ada kan? Ya kondusif artinya,'' tutur dia.

''Ya, ini kan masih lima bulan lagi. Nantilah visi misi (disampaikan) saat debat di TV, bicara program juga di situ,'' tambah Wakil Presiden RI tersebut.

Saat membagikan sertifikat tanah kepada warga Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2018), Jokowi mengingatkan masyarakat pada politikus sontoloyo. Politikus sontoloyo, kata Jokowi, akan memengaruhi masyarakat dengan isu-isu tak jelas.

Sementara, saat mengunjungi Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018) lalu, Jokowi mengeluarkan istilah politik genderuwo, yang disebutnya sebagai gaya politik untuk menakut-nakuti masyarakat. ***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww